Dalam sambutannya, Amran menekankan pentingnya memperkuat jejaring ekonomi berbasis diaspora Bugis-Makassar. "PSBM bukan hanya tradisi tahunan, tetapi instrumen nyata dalam membangun sinergi usaha, investasi, dan pemberdayaan ekonomi umat," ujar Amran. Ia juga meluncurkan operasional Sekolah Unggulan KKSS, menunjukkan komitmen pada investasi jangka panjang di bidang ekonomi dan pendidikan.
PSBM 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan lokal, termasuk inisiator PSBM Aksa Mahmud, yang mengingatkan kembali akar sejarah PSBM sebagai wadah saudagar Bugis-Makassar dalam membangun jaringan bisnis yang kuat. Selain Aksa, hadir pula tokoh seperti Tamsil Linrung, Nasaruddin Umar, dan Veronica Tan, menjadikan forum ini tempat diskusi lintas sektor yang mencakup perspektif ekonomi, sosial, hingga keagamaan.
Politisi asal Sulawesi Selatan seperti Meity Rahmatia, Andi Iwan Aras, dan Syamsu Rizal turut berpartisipasi dalam diskusi. Kehadiran para gubernur dari berbagai provinsi menegaskan bahwa PSBM adalah forum strategis berskala nasional. Di antaranya adalah Andi Sumangerukka, Sherly Tjoanda Laos, Yulius Selvanus Komaling, Apolo Safanpo, dan Zainal Arifin Paliwang. Dari Kalimantan Timur hadir Rudy Mas'ud, Ketua APPSI, membawa semangat kolaborasi antarprovinsi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




