Bergamo, VIVA – Laga ini bukan sekadar semifinal playoff, tetapi pertandingan yang bisa menentukan arah masa depan sepak bola Italia. Karena itu, saat susunan pemain Italia vs Irlandia Utara resmi dirilis, Gennaro Gattuso tidak datang untuk bermain aman.
Bermain di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Pada Jumat 27 Maret 2026 dini hari 2.45 WIB, Italia langsung menurunkan formasi 3-5-2 yang menandakan pendekatan agresif sejak awal laga. Ini adalah perjudian taktik yang cukup berani, mengingat pertandingan hanya satu leg dan tidak ada kesempatan memperbaiki kesalahan di laga kedua.
Di posisi kiper, Gianluigi Donnarumma tetap menjadi pilihan utama sebagai kapten dan pemimpin dari lini belakang. Di depannya, tiga bek yang dipilih adalah Gianluca Mancini, Alessandro Bastoni, dan Riccardo Calafiori. Secara karakter, trio ini cukup komplet. Mancini kuat dalam duel, Bastoni punya distribusi bola yang sangat baik, sementara Calafiori dikenal berani membawa bola keluar dari lini belakang untuk membantu build up serangan.
Masuk ke lini tengah, di sinilah Italia mencoba mengontrol pertandingan. Manuel Locatelli berperan sebagai jangkar yang menjaga keseimbangan permainan. Sementara dua gelandang pekerja keras, Nicolò Barella dan Sandro Tonali, akan menjadi motor permainan sekaligus penekan lawan sejak lini tengah.
Di sisi sayap, Italia memasang Matteo Politano dan Federico Dimarco. Ini adalah kombinasi yang sangat menyerang. Dimarco dikenal dengan umpan silang akurat dan aktif membantu serangan, sedangkan Politano punya kecepatan serta kemampuan cut inside untuk membuka ruang tembak atau memberi umpan ke striker.
Kejutan terbesar ada di lini depan. Gattuso memilih duet Moise Kean dan Mateo Retegui sebagai ujung tombak. Kean kemungkinan akan bermain lebih melebar dan menyerang ruang, sementara Retegui menjadi target man di kotak penalti. Kombinasi ini menunjukkan Italia tidak hanya ingin menguasai bola, tetapi juga ingin langsung efektif di depan gawang.
Sementara itu, Irlandia Utara datang dengan pendekatan berbeda. Pelatih Michael O'Neill menurunkan formasi 3-5-1-1 yang cenderung defensif. Mereka akan menumpuk pemain di lini tengah untuk memutus aliran bola Italia dan mengandalkan serangan balik cepat.





