Di era ini, sneaker kini tidak lagi sekadar alas kaki, tetapi telah menjadi bagian dari identitas gaya anak muda lho, Beauty!
Hal ini terlihat dari peluncuran kembali H-Street oleh PUMA melalui PUMA House pertama di Asia Tenggara yang digelar di Siam Square, Bangkok, pada 12–15 Maret 2026. Melalui konsep ini, sneaker diposisikan sebagai medium ekspresi diri yang merepresentasikan karakter dan gaya hidup generasi muda.
PUMA House dibuka untuk publik pada 13–15 Maret 2026 dengan menghadirkan ruang lifestyle imersif bertema “Suburban Surreality”.
Konsep ini menggabungkan elemen masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu pengalaman, sekaligus mempertegas bagaimana sneaker telah berkembang menjadi bagian dari budaya dan identitas anak muda.
Peluncuran ini juga menghadirkan lima Brand Ambassador PUMA Asia Tenggara bersama Brand Ambassador PUMA Thailand, Win Metawin.
Mereka merepresentasikan keberagaman gaya anak muda di kawasan ini, mulai dari Kevin dari Singapura, Aedy Ashraf dari Malaysia, Gabriel Prince dari Indonesia, Arthur Nery dari Filipina, hingga JSOL dari Vietnam.
Gabriel Prince, Brand Ambassador PUMA Indonesia, menegaskan bahwa sneaker kini memiliki makna lebih dari sekadar fashion item.
“Menjadi bagian dari PUMA family mewakili Indonesia untuk H-Street menjadi pengalaman yang sangat membanggakan dan menyenangkan untuk saya. Lebih dari sebuah sneaker, H-Street sangat mencerminkan semangat anak muda saat ini, yang ekspresif, berani tampil unik, terhubung dengan komunitas, dan fast-forward! Saya berharap dengan hadirnya H-Street di Asia Tenggara bisa memberikan inspirasi untuk teman-teman muda agar lebih percaya diri untuk menampilkan sisi terbaik diri mereka, baik melalui fashion maupun karya yang menyertai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/3/2026).
Secara desain, H-Street berakar dari sepatu track spike ikonik PUMA, Harambee, yang kemudian diadaptasi menjadi sneaker untuk penggunaan sehari-hari. Dengan siluet low-profile, material mesh yang ringan, serta pilihan warna yang ekspresif, H-Street menghadirkan perpaduan antara fungsi dan gaya yang relevan dengan kebutuhan anak muda.
Senior Director Marketing PUMA Southeast Asia, Gabriel Yap, menyebut bahwa sneaker telah menjadi bagian dari budaya anak muda di kawasan ini. “H-Street selalu ‘lebih’ dari sekadar sneaker, namun telah menjadi budaya, komunitas, serta cara mengekspresikan diri yang lekat dengan kaum muda di Asia Tenggara.
Bangkok menjadi ‘rumah’ yang tepat untuk menghadirkan PUMA House pertama di Asia Tenggara, dan kami sangat antusias membuka pintu untuk menyambut publik untuk merasakannya langsung,” ujarnya.
Selain itu, PUMA juga menampilkan koleksi H-Street dalam berbagai warna seperti Black, Fizzy Green, dan Poison Pink yang dikenakan oleh Global Brand Ambassador PUMA, Rose. Koleksi ini menunjukkan bagaimana sneaker kini dirancang tidak hanya untuk performa, tetapi juga untuk mendukung gaya personal yang beragam.
Saat ini, koleksi H-Street telah tersedia di berbagai toko PUMA di Indonesia serta platform daring, memberikan akses lebih luas bagi anak muda untuk mengekspresikan gaya mereka melalui sneaker.





