Populer: Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi; Minyak Rusia Tiba di Filipina

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemangkasan kuota BBM subsidi di Malaysia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (26/3). Selain itu, kedatangan minyak mentah Rusia di Filipina. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi Mulai 1 April, Jatah Warga 200 Liter/Bulan

Malaysia akan memberlakukan kebijakan pemangkasan kuota BBM subsidi bagi warganya mulai 1 April 2026. Kuota bulanan akan dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.

Konsumsi di atas batas tersebut akan dikenakan harga pasar, sejalan dengan kenaikan harga RON95 nonsubsidi sebesar 45 persen sejak 11 Maret 2026. Langkah ini diambil di tengah tekanan harga minyak global dan lonjakan inflasi, yang mengakibatkan pembengkakan anggaran subsidi BBM negara tersebut.

Keputusan ini menyoroti beban finansial yang signifikan bagi pemerintah Malaysia, di mana beban subsidi bulanan untuk bensin dan solar telah melonjak drastis dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit. Pemangkasan kuota bertujuan untuk menekan volatilitas harga dan mengelola anggaran negara secara lebih efektif.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat memperkuat pemantauan pasokan bahan bakar dan penegakan hukum, dengan cadangan minyak Malaysia yang diperkirakan aman setidaknya hingga Mei 2026.

Minyak Mentah Rusia Tiba di Filipina, Bantu Atasi Darurat Energi

Filipina menerima lebih dari 700.000 barel minyak mentah Rusia, yang tiba di tengah deklarasi darurat energi akibat konflik di Timur Tengah. Negara kepulauan ini sangat bergantung pada impor bahan bakar, yang harganya mencapai rekor tertinggi setelah penutupan sebagian Selat Hormuz.

Kedatangan kargo minyak Rusia ini, yang merupakan pengiriman pertama dalam lima tahun terakhir, diharapkan dapat membantu mengatasi kelangkaan pasokan energi di Filipina.

Untuk mengamankan pasokan bahan bakar, Presiden Filipina Ferdinand Marcos menyatakan bahwa negara tersebut tengah mencari sumber energi secara luas, tidak hanya dari pemasok tradisional, mengingat persediaan nasional diperkirakan hanya cukup untuk 45 hari.

Departemen Energi Filipina juga mengaktifkan dana darurat sebesar 20 miliar peso (sekitar USD 332 juta) sebagai langkah proaktif. Selain itu, Filipina berencana meningkatkan produksi pembangkit listrik tenaga batu bara untuk menekan biaya listrik, dengan Indonesia sebagai pemasok utama batu bara yang diharapkan tidak membatasi impor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib Siap Sapu Bersih Sisa 9 Laga Menuju Juara
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Prediksi Ada Potensi Kepadatan Arus Lalu Lintas di GBK saat FIFA Series 2026
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Mensos: Sisa Bansos Rp 200 M untuk Korban Bencana Sumatera Cair Pekan Depan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Harga BBM Melonjak, Dealer BYD hingga Vinfast Diserbu Konsumen
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Foto: Serangan Israel Kembali Menghantam Kamp Pengungsi di Gaza
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.