Trump Tunda Lagi Serangan ke Pembangkit Listrik Iran, Kini hingga 10 Hari

detik.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya belum akan menyerang pembangkit listrik Iran seperti ancaman sebelumnya sebelumnya. Langkah itu diklaim setelah menerima permintaan dari Teheran.

Dilansir Al Jazeera, Jumat (27/3/2026), Trump mengklaim proses pembicaraan AS dengan republik Islam tersebut berjalan sangat baik. Dengan begitu, penundaan penyerangan dilakukan hingga 10 hari.

Baca juga: Dialog Akhiri Perang, Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran

"Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon izinkan pernyataan ini untuk menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Bagian Timur," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

"Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan yang salah yang bertentangan oleh Media Berita Palsu, dan lainnya, pembicaraan berjalan sangat baik," sambungnya.

Baca juga: Bantah Nego, Iran Sebut Klaim Trump Hanya untuk Turunkan Harga Energi Dunia

Pada hari Sabtu lalu, Trump sempat memberi Iran waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz yang strategis atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya.

Pada hari Senin, ia kemudian memperpanjang tenggat waktu tersebut selama lima hari dengan mengatakan bahwa pembicaraan dengan Teheran berjalan lancar.




(fca/fca)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riuh Hormuz Mengusik Dunia
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Analisis Luciano Leandro soal Debut John Herdman: Bukan Sekadar Hasil, tetapi Validasi Taktik Timnas Indonesia
• 3 jam lalubola.com
thumb
Fakta-Fakta Penemuan Jasad Pria Terkubur 3 Meter di Cikeas, Hilang sejak 11 Maret
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Konversi Kompor hingga Kendaraan Listrik Dinilai Kunci Perkuat Ketahanan Energi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mantan Rapper Resmi Jadi PM Nepal Termuda, Diambil Sumpahnya Hari Ini
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.