Harga Minyak Melonjak Hampir 6 Persen, Eskalasi Timur Tengah Picu Kekhawatiran

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah ditutup menguat pada Kamis (26/3/2026), berbalik naik dari penurunan hari sebelumnya.

Harga Minyak Melonjak Hampir 6 Persen, Eskalasi Timur Tengah Picu Kekhawatiran. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak mentah ditutup menguat pada Kamis (26/3/2026), berbalik naik dari penurunan hari sebelumnya seiring memudarnya harapan berakhirnya perang di Timur Tengah dalam waktu dekat.

Kontrak berjangka (futures) minyak Brent melonjak 5,7 persen menjadi USD108,01 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 4,6 persen ke USD94,48 per barel.

Baca Juga:
Trump Klaim Iran Mohon Kesepakatan Akhiri Perang saat Teheran Keluarkan Tuntutan Baru

Volume perdagangan kontrak Brent bulan terdepan tercatat paling rendah sejak 27 Februari, sehari sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai serangan ke Iran.

Utusan Khusus AS Steve Witkoff mengonfirmasi AS telah mengirimkan "daftar aksi 15 poin" kepada Iran sebagai dasar negosiasi untuk mengakhiri perang.

Baca Juga:
IHSG Mendekati Titik Terendah, Investor Harus Panik atau Justru Beli?

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sebelumnya menyatakan Iran sedang meninjau proposal tersebut, namun belum ada pembicaraan terkait penghentian perang.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa proposal tersebut "sepihak dan tidak adil", sementara Presiden AS Donald Trump menyebut Iran telah menawarkan izin bagi 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai isyarat itikad baik dalam negosiasi.

Baca Juga:
Pembiayaan BSI (BRIS) Capai Rp323 Triliun per Februari 2026

"Ada kebingungan dan frustrasi atas kebenaran berbagai informasi dari Amerika Serikat dan Iran. Investor kembali beralih ke aset yang lebih aman untuk menjaga modal," kata Kepala Ekonom Matador Economics Timothy Snyder, seperti dikutip Reuters.

Pentagon disebut berencana mengirim ribuan pasukan lintas udara ke kawasan Teluk guna memberi lebih banyak opsi bagi Trump untuk serangan darat, menambah dua kontingen Marinir yang sudah dalam perjalanan.

Di pihak Iran, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran menyatakan siap kembali menyerang jalur Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.

"Eskalasi militer yang berlanjut, termasuk pengerahan pasukan dan serangan baru, serta pergerakan kapal tanker yang terbatas di bawah syarat ketat Iran, terus menekan pasar energi global," ujar Analis MUFG Soojin Kim.

Perang ini hampir menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia, yang oleh Badan Energi Internasional (IEA) disebut sebagai gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah.

Sejak perang dimulai, harga minyak Brent telah naik hampir 50 persen, sementara WTI melonjak 41 persen, meskipun kedua kontrak sempat turun lebih dari 2 persen pada Rabu.

Proposal 15 poin AS yang dikirim melalui Pakistan mencakup penghapusan stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, penghentian pengayaan uranium, pembatasan program rudal balistik, serta pengurangan pendanaan bagi sekutu regional Iran, menurut tiga sumber kabinet Israel yang mengetahui rencana tersebut.

Pejabat senior Iran menyebut proposal itu tidak memenuhi syarat minimum untuk berhasil dan hanya melayani kepentingan AS dan Israel, namun menegaskan diplomasi masih terbuka meski belum ada rencana damai yang realistis.

Di sisi lain, produksi minyak Irak dilaporkan menurun karena tangki penyimpanan mencapai level tinggi dan kritis, menurut tiga pejabat energi Irak.

Irak merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi pada 2025 berdasarkan data U.S. Energy Information Administration.

Perhitungan Reuters juga menunjukkan sekitar 40 persen kapasitas ekspor minyak Rusia terhenti akibat serangan drone Ukraina dan penyitaan kapal tanker.

Kilang minyak Kirishinefteorgsintez, salah satu yang terbesar di Rusia, menghentikan operasi pada Kamis setelah serangan drone Ukraina memicu kebakaran di beberapa bagian fasilitas.

Namun, ada tanda-tanda aliran minyak mulai terbuka. Sebuah kapal tanker Thailand berhasil melintasi Selat Hormuz setelah koordinasi diplomatik dengan Iran, dan Malaysia menyatakan kapal-kapalnya juga diizinkan melintas.

Kedutaan Besar Iran di Spanyol menyebut Iran terbuka terhadap permintaan Madrid terkait Selat Hormuz karena Spanyol menghormati hukum internasional, menjadi konsesi pertama yang diberikan Iran kepada negara Uni Eropa.

Prancis menyatakan kepala militernya telah berdiskusi dengan sekitar 35 negara untuk mencari mitra dan proposal misi pembukaan kembali Selat Hormuz setelah perang berakhir. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mubadala Energy Garap Blok Southwest Andaman, Produksi Gas Mulai 2028
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Strategi Investasi di Tengah Perang Iran, Deretan Saham Ini Jadi Sorotan
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Menbud Buka Gelar Budaya UNS, Soroti Pentingnya Digitalisasi Budaya
• 19 jam laludetik.com
thumb
Bung Towel: Saya Kaget Ricky Kambuaya tak Dipanggil Timnas Indonesia
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.