Perusahaan energi asal Abu Dhabi, Mubadala Energy, memperoleh hak pengelolaan wilayah kerja (WK) atau blok migas eksplorasi Southwest Andaman dengan skema Kontrak Kerja Sama Gross Split.
WK tersebut diberikan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM sebagai bagian dari lelang tahap II tahun 2025. Mubadala Energy akan memegang 100 persen hak partisipasi sekaligus menjadi operator blok tersebut.
Managing Director dan Chief Executive Officer Mubadala Energy, Mansoor Mohamed Al Hamed, menyampaikan perusahaan berkomitmen membuka potensi gas di kawasan Laut Andaman, seiring dengan berbagai penemuan besar sebelumnya.
"Kami memiliki pemahaman mendalam terhadap cekungan Andaman, dan perolehan ini memperkuat rangkaian temuan strategis multi-TCF (triliun kaki kubik) kami di Layaran, Tangkulo, dan Timpan," ungkapnya melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (27/3).
WK Southwest Andaman menjadi tambahan portofolio perusahaan di kawasan cekungan Andaman di lepas pantai Sumatera bagian utara, yakni mencakup WK South Andaman, Central Andaman, dan Andaman II.
Perolehan ini merupakan hasil perjalanan teknis dan komersial yang panjang sejak peluang Southwest Andaman pertama kali diidentifikasi pada tahun 2022. Joint Study Agreement (JSA) disepakati pada 2023 dan diselesaikan pada November 2024, diikuti dengan pengajuan penawaran pada November 2025.
Secara geologi, Southwest Andaman merupakan kelanjutan alami dari Bampo DHI play yang telah terbukti, termasuk temuan besar di sumur Layaran-1 dan Tangkulo-1 di South Andaman. Pada area ini, Mubadala Energy menyebutkan terdapat kemajuan menuju target produksi gas pertama (first gas) sebelum akhir 2028.
President Director Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, menambahkan Southwest Andaman merupakan tambahan yang sangat strategis bagi wilayah inti Andaman, dan perusahaan optimis terhadap potensinya.
"Seiring berjalannya program kerja, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Ditjen Migas, SKK Migas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memaksimalkan manfaat Wilayah Kerja ini bagi masa depan energi Indonesia dan komunitas tempat kami beroperasi,” jelasnya.
Pengeboran eksplorasi pertama di Southwest Andaman diharapkan dapat dilaksanakan pada fase eksplorasi kedua atau tahun ke-4 hingga ke-6. Pelaksanaannya akan direncanakan setelah akuisisi dan interpretasi penuh atas data seismik 3D terbaru, sesuai komitmen KKS serta sejalan dengan kegiatan Mubadala Energy di portofolio Andaman.
Portofolio Andaman Mubadala Energy kini mencakup lima Wilayah Kerja yaitu South Andaman, Central Andaman, Andaman I, Andaman II, dan Southwest Andaman, yang secara keseluruhan menempatkan Mubadala Energy sebagai perusahaan eksplorasi terbesar dan paling aktif di cekungan tersebut.





