IDF di Ambang Menuju Kolaps, Kepala Staf Eyal Zamir Ungkap Penyebabnya

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Kalangan oposisi di Israel menuduh pemerintahan Benjamin Netanyahu sedang membawa negaranya menuju sebuah "bencana keamanan" akibat jumlah tentara yang tidak memadai. Kekuatan sumber daya manusia IDF saat ini dinilai tak akan mampu meladeni serangan dari beberapa front.

"IDF telah menjangkau melebihi batasnya. Pemerintah meninggalkan pasukan yang terluka di medan peran," ujar tokoh oposisi Yair Lapid, dikutip TRT World, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga
  • Macet, Pemudik Teriak di Medsos, Minta Berlakukan One Way Nasional Tol Cipali Arah Jakarta
  • Turki Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Rumania
  • Iran Mulai Terapkan Tarif Tol 2 Juta Dolar AS Per Kapal Tanker, Bisa Kaya Raya dari Selat Hormuz

Pernyataan Lapid itu merujuk pada taklimat yang diberikan Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir di rapat kabinet yang menyebut pihaknya kekuarangan prajurit di medan perang. Media Israel mengutip Zamir yang mengatakan bahwa "IDF di ambang menuju kolaps".

"Pemerintah mengirim tentara ke perang multi-front tanpa strategi, tanpa cara yang jelas, dan dengan jumlah tentara yang terlalu sedikit," kata Lapid.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Lapid, Zamir mengungkap di rapat kabinet bahwa para tentara reservis saat ini melakoni enam sampai tujuh rotasi penugasan. Akibatnya, banyak prajurit yang kelelahan dan tak bisa lagi menghadapi tugas berat mengamankan Israel.

Lapid menyerukan dimulainya perekrutan dari komunitas ultra-Orthodox Haredi community, yang mana sejak berdirinya negara Israel pada 1948, telah dikecualikan dari wajib militer. Berdasarkan aturan, kaum ultra-Orthodox Heredi yang mendedikasikan dirinya untuk mempelajari teks Yahudi diperbolehkan tidak mengikuti wajib militer.

"Pemerintah harus berhenti menjadi pengecut, segera setop semua pendanaan bagi para Heredi yang menghindari wajib militer, rekrut mereka tanpa ragu," kata Lapid.

Mengomentari masalah IDF yang kekurangan tentara, juru bicara Brigadir Jenderal Effie Defrin mengatakan, "lebih banyak prajurit perang diperlukan" di front terdepan peperangan, khususnya di Lebanon.

"Di front Lebanon, zona pertahanan yang kami bentuk membutuhkan pasukan tambahan IDF," kata Defrin, sembari menyebut peningkatan kebutuhan prajurit untuk wilayah Tepi Barat, Gaza, dan Suriah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Perwira TNI yang Dilantik dari Tiga Matra Darat, Laut, dan Udara
• 8 jam lalunarasi.tv
thumb
One Way-Contraflow Disiapkan Hadapi Puncak Arus Balik Kedua pada 29 Maret
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Pergerakan Pengguna Angkutan Umum Lebaran 2026
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemhan Saudi Sebut Sudah Banyak Halau Drone dan Rudal Iran
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Moto3 Amerika 2026 Jadi Ujian Berat Veda Ega Pratama: Debut di COTA dengan 20 Tikungan dan Aspal Bergelombang
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.