Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengingatkan pemerintah agar melakukan verifikasi data penerima bantuan sosial (bansos) secara matang dan akurat guna memastikan penyaluran tepat sasaran di tengah tekanan inflasi.
Verifikasi Data Jadi Kunci PenyaluranSelly menegaskan bansos memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat sehingga proses verifikasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
“Pemberian bansos di tengah inflasi adalah menjaga daya beli masyarakat. Karena itu verifikasinya harus matang dan tak berbelit, jangan sampai ujung-ujungnya itu lagi-itu lagi yang mendapat manfaat, bahkan di hal lain menjadi dana mengendap di bank,” ungkapnya.
Ia menilai proses verifikasi dan validasi data tidak boleh dipisahkan dari penyaluran agar tidak menimbulkan kesalahan sasaran maupun hambatan pencairan.
“Desakan inflasi saat ini, maka penyaluran bansos dengan proses verifikasi data penerima oleh Kemensos jangan dipisahkan. Pusdatin dan pendamping harus mempunyai otoritas memverifikasi dan memvalidasi sebelum diterbitkannya penerima manfaat kepada Bank Himbara,” ujarnya.
Perkuat Peran Kemensos dan PengawasanSelly menekankan pentingnya penguatan peran Kementerian Sosial sebagai ujung tombak penyaluran bansos agar bantuan diterima secara utuh tanpa penyimpangan.
Ia juga mendorong penguatan Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial serta tenaga pendamping di lapangan agar memiliki kewenangan dalam proses verifikasi dan pengawasan.
Selain itu, ia mengingatkan potensi masalah seperti penerima ganda dan dana bantuan yang mengendap akibat kendala administratif perlu segera diatasi.
“Ruang partisipasi masyarakat harus dibuka lebar agar data bansos lebih akurat dan transparan,” katanya.
Selly menambahkan bahwa penyaluran bansos harus memastikan ketepatan sasaran, jumlah, serta penerimaan tanpa hambatan oleh masyarakat.




