Sinjai, ERANASIONAL.COM – Seorang gadis remaja perempuan bernama Farah Fauziah (14) yang sempat dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah neneknya di Dusun Maroanging, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, pada Senin (23/3) akhirnya ditemukan.
Diketahui Farah yang masih berstatus pelajar SMA itu tinggal bersama neneknya, Aisyah, sementara ibunya, Martina Santi (41), berdomisili di Desa Pattiro, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone.
Sebelum pergi, Farah berpamitan kepada neneknya hendak mengunjungi temannya bernama Nabila di wilayah Botopale, Kelurahan Samataring Sinjai.
“Setelah dilakukan pengecekan, ia tidak pernah tiba di rumah temannya tersebut. Sekitar pukul 11.00 WITA, Farah diduga sempat terlihat bertemu seorang laki-laki bernama Erik di sekitar Pantai Karampuang. Setelah itu, keberadaannya tidak diketahui,”ujar Martina, ibu korban saat dikonfirmasih, Kamis (26/3).
Martina mengaku sempat berkomunikasi dengan Farah melalui pesan WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, ia mengaku merasa terjebak.
Pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WITA, nomor ponsel Farah kembali mengirim pesan kepada ibunya.
“Pengirim mengaku bersama korban dan meminta uang tebusan sebesar Rp5.000.000 serta mengajak bertemu di lokasi yang akan ditentukan,”jelas Martina.
Karena was-was dengan keselamatan putrinya, Martina melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres Sinjai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Selasa (24/3) sekitar pukul 12.00 WITA, Tim Resmob Polres Sinjai bersama Kanit Intelkam Polsek Sinjai Timur, dibantu Polsek Kajang, Kabupaten Bulukumba, bergerak melakukan pencarian.
Sekitar pukul 13.30 WITA, Farah akhirnya ditemukan di Dusun Kassi Lohe, Desa Lembang, Kecamatan Kajang dalam kondisi lemas dan sesak napas.
Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada peristiwa penculikan seperti yang dilaporkan sebelumnya.
“Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui tidak ada penculikan. Cerita tersebut dibuat karena takut dimarahi keluarga setelah pergi tanpa izin,” jelas Asrul, Kamis (26/3).
Gadis remaja tersebut kemudian dievakuasi ke Puskesmas Lembanna untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut Asrul, Farah mengakui pergi atas kemauannya sendiri menuju Batu Asa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba menggunakan sepeda motor Mio Z hitam.
Ia mengaku bertemu dengan Eriksa alias Erik, lalu bersama-sama menuju Permandian Limbua dan bermalam di rumah teman mereka.
“Karena takut pulang larut malam dan khawatir dimarahi keluarga, Farah kemudian merekayasa cerita bahwa dirinya diculik oleh dua orang menggunakan mobil Avanza berwarna silver,”ungkap Asrul.
Menurut Asrul, Gadis remaja tersebut mengakui bahwa Erik menggunakan ponselnya untuk mengirim pesan kepada keluarga dan meminta uang tebusan Rp5 juta.
Setelah ditemukan, Farah bersama sepeda motor dan telepon genggamnya telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Mengingat Farah masih di bawah umur, penanganan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan pembinaan serta perlindungan dengan melibatkan keluarga. []





