Jakarta (ANTARA) - Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Lingkar Luar Selatan, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas.
"Kami mengevakuasi pohon tumbang yang berada di kawasan Ciracas dini hari tadi," kata Kepala Seksi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid di Jakarta, Jumat.
Laporan kejadian itu diterima melalui layanan Jakarta Siaga 112 pada pukul 03.00 WIB. Tanpa menunggu lama, tim dari Sektor Ciracas langsung meluncur ke lokasi dengan mengerahkan satu unit light rescue dan lima personel.
Petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu 13 menit setelah laporan diterima.
"Setelah tiba pukul 03.13 WIB, petugas langsung bergerak cepat memulai penanganan pada pukul 03.14 WIB," ujar Abdul.
Dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 35 menit, proses evakuasi pohon tumbang dapat diselesaikan pada pukul 03.49 WIB.
Penanganan yang cepat, menurut Abdul, dapat meminimalisir potensi gangguan lalu lintas dan risiko bahaya bagi warga.
Baca juga: Petugas evakuasi pohon tumbang di Jalan Pakubuwono VI Jaksel
Selain itu, dia menjelaskan pohon tersebut diduga tumbang akibat kondisi batang yang sudah lapuk serta terpaan angin saat dini hari.
Meski sempat mengganggu akses jalan, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.
Abdul menegaskan, kecepatan respons menjadi kunci dalam setiap penanganan kejadian darurat di wilayah Jakarta Timur.
Pihaknya juga mengoptimalkan kesiapsiagaan personel untuk merespons laporan masyarakat kapan pun dibutuhkan.
"Kami mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan potensi bahaya, seperti pohon rawan tumbang, agar bisa ditangani sebelum menimbulkan risiko lebih besar," ucap Abdul.
Dengan penanganan yang cepat dan terukur, dia memastikan kondisi di lokasi kejadian itu kini telah kembali normal dan aman dilalui warga.
Baca juga: Pemkot Jakut sudah tangani 1.150 pohon rawan tumbang
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur sudah memangkas sebanyak 20 ribu lebih pohon rawan tumbang sejak Januari hingga Desember 2025.
Rinciannya, yaitu 2.032 di antaranya dipangkas pada Januari, 1.791 pohon pada Februari, 1.627 pohon pada Maret, 1.768 pohon pada April, 1.687 pada Mei, 2.105 pohon pada Juni, 1.914 pohon pada Juli, dan 1.725 pohon pada Agustus.
Lalu, 1.773 pohon pada September, 2.079 pohon pada Oktober, 1.901 pohon pada November dan 211 pohon hingga awal Desember.
Pemangkasan pohon dibagi menjadi tiga kategori, yakni pangkas ringan (merapikan), sedang (banyak cabang yang dipotong), dan berat (memotong ketinggian dan cabang yang dikhawatirkan tumbang).
Pohon-pohon yang dipangkas itu juga dinilai rawan tumbang saat kondisi cuaca ekstrem atau curah hujan tinggi disertai angin kencang, berada di akses infrastruktur, misalnya di saluran air atau di sisi jalan, serta pohon sudah keropos, kering dan mati.
Kegiatan pemangkasan itu difokuskan pada jalur hijau, tepian jalan, median jalan, dan area publik lainnya.
Baca juga: Petugas evakuasi pohon waru tumbang di Pulau Untung Jawa
Baca juga: Pemkot Jaktim pangkas pohon yang rawan tumbang di Jalan Raya Bogor
"Kami mengevakuasi pohon tumbang yang berada di kawasan Ciracas dini hari tadi," kata Kepala Seksi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid di Jakarta, Jumat.
Laporan kejadian itu diterima melalui layanan Jakarta Siaga 112 pada pukul 03.00 WIB. Tanpa menunggu lama, tim dari Sektor Ciracas langsung meluncur ke lokasi dengan mengerahkan satu unit light rescue dan lima personel.
Petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu 13 menit setelah laporan diterima.
"Setelah tiba pukul 03.13 WIB, petugas langsung bergerak cepat memulai penanganan pada pukul 03.14 WIB," ujar Abdul.
Dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 35 menit, proses evakuasi pohon tumbang dapat diselesaikan pada pukul 03.49 WIB.
Penanganan yang cepat, menurut Abdul, dapat meminimalisir potensi gangguan lalu lintas dan risiko bahaya bagi warga.
Baca juga: Petugas evakuasi pohon tumbang di Jalan Pakubuwono VI Jaksel
Selain itu, dia menjelaskan pohon tersebut diduga tumbang akibat kondisi batang yang sudah lapuk serta terpaan angin saat dini hari.
Meski sempat mengganggu akses jalan, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.
Abdul menegaskan, kecepatan respons menjadi kunci dalam setiap penanganan kejadian darurat di wilayah Jakarta Timur.
Pihaknya juga mengoptimalkan kesiapsiagaan personel untuk merespons laporan masyarakat kapan pun dibutuhkan.
"Kami mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan potensi bahaya, seperti pohon rawan tumbang, agar bisa ditangani sebelum menimbulkan risiko lebih besar," ucap Abdul.
Dengan penanganan yang cepat dan terukur, dia memastikan kondisi di lokasi kejadian itu kini telah kembali normal dan aman dilalui warga.
Baca juga: Pemkot Jakut sudah tangani 1.150 pohon rawan tumbang
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur sudah memangkas sebanyak 20 ribu lebih pohon rawan tumbang sejak Januari hingga Desember 2025.
Rinciannya, yaitu 2.032 di antaranya dipangkas pada Januari, 1.791 pohon pada Februari, 1.627 pohon pada Maret, 1.768 pohon pada April, 1.687 pada Mei, 2.105 pohon pada Juni, 1.914 pohon pada Juli, dan 1.725 pohon pada Agustus.
Lalu, 1.773 pohon pada September, 2.079 pohon pada Oktober, 1.901 pohon pada November dan 211 pohon hingga awal Desember.
Pemangkasan pohon dibagi menjadi tiga kategori, yakni pangkas ringan (merapikan), sedang (banyak cabang yang dipotong), dan berat (memotong ketinggian dan cabang yang dikhawatirkan tumbang).
Pohon-pohon yang dipangkas itu juga dinilai rawan tumbang saat kondisi cuaca ekstrem atau curah hujan tinggi disertai angin kencang, berada di akses infrastruktur, misalnya di saluran air atau di sisi jalan, serta pohon sudah keropos, kering dan mati.
Kegiatan pemangkasan itu difokuskan pada jalur hijau, tepian jalan, median jalan, dan area publik lainnya.
Baca juga: Petugas evakuasi pohon waru tumbang di Pulau Untung Jawa
Baca juga: Pemkot Jaktim pangkas pohon yang rawan tumbang di Jalan Raya Bogor





