Mudik Naik Perahu Kayu ke Bekasi: Cuma Rp 25.000, tapi Taruhan Nyawa

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com –  Ongkos yang lebih murah dibandingkan transportasi darat menjadi alasan warga Jakarta Utara memilih menggunakan perahu kayu untuk mudik ke kampung halaman mereka di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Meski demikian, moda transportasi ini dinilai memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan angkutan lainnya.

Baca juga: Mudik Pakai Perahu Kayu ke Bekasi: Bebas Macet, Murah, tapi Penuh Risiko

Salah satu pemudik bernama Wisnu (37) mengatakan, dengan ongkos Rp 25.000 per orang, dia bisa menghemat biaya dibanding menggunakan angkutan lain.

Jika membawa mobil pribadi, biaya bahan bakar yang dikeluarkan minimal Rp 100.000, belum termasuk tol.

Baca juga: Potret Ketimpangan Fasilitas Perahu Sekolah di Muara Gembong: Perahu Kayu vs Speedboat

"Ongkosnya Rp 25.000 per orang. Kalau anak kecil dikasih gratis. Itu cukup terjangkau banget," ungkap Wisnu saat diwawancarai Kompas.com di Dermaga Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026).

Selain itu, perjalanan darat juga dinilai lebih melelahkan karena harus memutar dan berpotensi terjebak kemacetan.

Perjalanan dari Jakarta ke Muara Gembong melalui jalur darat saat musim mudik dapat mencapai tiga hingga empat jam.

Sementara itu, dengan perahu dari Cilincing, perjalanan hanya memakan waktu sekitar satu hingga 1,5 jam.

Namun di sisi lain, perasaan khawatir juga kerap menghantui Wisnu ketika mudik dengan perahu kayu di tengah cuaca sedang buruk.

"Rasa takut pasti ada, cuma kalau jalur laut sebenarnya sudah biasa, karena kita basic-nya nelayan dari kecil udah main di laut, main ombak," kata Wisnu.

Pemudik lainnya asal Bogor, Tya (27), juga mengaku rutin menggunakan perahu kayu sebagai moda transportasi mudik ke Muara Gembong setiap tahun.

Ia memilih perahu tradisional karena tarifnya yang terjangkau dan perjalanan yang relatif lebih cepat.

"Kalau hari biasa, Rp 20.000, kalau hari Lebaran naik Rp 5.000, jadi satu orang bisa Rp. 25.000. Ya, terjangkau lebih efektif jalur laut dibanding darat," ujar Tya.

Ia mengaku rela naik bus dari Bogor ke Cilincing demi mendapatkan perjalanan yang lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hal yang sama dilakukan saat kembali ke Jakarta, di mana ia kembali melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Bogor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembiayaan BSI (BRIS) Capai Rp323 Triliun per Februari 2026
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Trump Sebut Iran Izinkan 10 Kapal Tanker Minyak Lewati Selat Hormuz
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemkab Bogor Jemput 900 Pemudik Arus Balik Lebaran 2026 dari Jawa Tengah dengan 15 Bus
• 17 jam lalupantau.com
thumb
2 Warga Liberia Ditangkap Buntut Penipuan Uang Asing Palsu
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Tunda Serangan ke Iran hingga 6 April 2026, Negosiasi Berlanjut
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.