Angka Kecelakaan Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Turun 5,3%, Didominasi Pemotor

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Angka kecelakaan lalu lintas nasional selama periode arus mudik-balik Lebaran 2026 tercatat mengalami penurunan sebesar 5,3 persen. Meski secara volume kejadian menurun, kecelakaan di jalan arteri terpantau masih didominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor.

Data tersebut dipaparkan dalam peninjauan di Command Center KM 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jumat (27/3).

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa selain penurunan jumlah kejadian, tingkat fatalitas atau korban meninggal dunia juga merosot tajam.

"Berdasarkan data yang kami himpun bersama Korlantas, kami dari Jasa Raharja melaporkan bahwa seperti yang tadi juga disampaikan oleh Bapak Kakorlantas, hingga kemarin kami mendata jumlah kecelakaan secara nasional peristiwanya turun 5,3%, dan jumlah korban meninggal dunia atau fatalitas seperti yang juga tadi disampaikan turun 30,4%," ujar Awaluddin, dalam konferensi pers di Command Center KM 29, Cikarang Utara, Jumat (27/3).

Awaluddin menilai efektivitas rekayasa lalu lintas yang diawasi Korlantas Polri menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan. Strategi seperti one way hingga contraflow dinilai ampuh meminimalkan risiko di jalur mudik.

"Dominasi peristiwa kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan bermotor roda dua. Dan hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa kecelakaan di area non-tol ini juga masih menjadi satu hal yang perlu pengaturan," lanjutnya.

Hingga saat ini, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan dengan total nilai mencapai belasan miliar rupiah.

"Terhadap seluruh korban yang meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan yang tadi disampaikan, kami sudah menyalurkan santunan kepada keluarga korban maupun ahli waris sampai dengan kemarin nilainya Rp 11,9 miliar," tambah Awaluddin.

Sementara Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengkonfirmasi data penurunan fatalitas sebesar 30,4 persen sudah tervalidasi melalui pengecekan lapangan.

"Pada kesempatan ini juga kami laporkan Pak Menteri bahwa hasil analisa dan Kamseltibcarlantas, jumlah kecelakaan dalam rangka Operasi Ketupat ada penurunan fatalitas korban sebanyak 30,4%. Jadi ini sudah firm kita lakukan cek kejadian peristiwa kecelakaan. Untuk fatalitas korban—fatalitas korban itu peristiwa kecelakaan yang meninggal dunia—ini ada penurunan 30,4%," jelas Agus.

Agus menambahkan, penurunan angka kecelakaan sebesar 5,3 persen ini menjadi evaluasi penting di tengah upaya petugas mengamankan arus balik yang mulai diberlakukan sistem satu arah (one way).

"Peristiwa kecelakaan selama Operasi Ketupat ada penurunan 5,3%. Jadi sementara itu yang bisa kami sampaikan Pak Menteri, dan kita semuanya masih berada di lapangan dalam rangka mengamankan arus balik yang pagi ini sudah kita buka one way tahap pertama," pungkasnya.

Korlantas hingga Jasa Marga hanya menyampaikan angka persentase saja. Dalam konferensi pers itu, tidak disebutkan angka detail terkait kecelakaan hingga fatalitas terhadap kecelakaan itu.

Korlantas Polri sudah menutup masa Operasi Ketupat dalam rangka pengamanan mudik 2026. Tapi, pelayanan tetap dilakukan dengan konsep Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026 atau masa puncak arus balik lebaran 2026 selesai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Jakarta Timur Tertibkan Parkir Liar di Cawang untuk Atasi Kemacetan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide disiapkan sebagai tandingan iPhone Fold
• 46 menit laluantaranews.com
thumb
Istri Richard Lee Diperiksa soal Kasus yang Menjerat Suaminya
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Pasca-Lebaran, Pemkot Bekasi Terapkan WFA untuk ASN hingga 27 Maret 2026
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Tetap Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh 5,4% di Tengah Gejolak Perang
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.