JAKARTA, KOMPAS.TV- Duta Besar Indonesia untuk Iran 2012-2016 Dian Wirengjurit mengatakan, seharusnya usulan damai dimulai dari cease fire atau gencatan senjata yang disampaikan tanpa syarat. Sebab, cease fire atau gencatan senjata yang disampaikan dengan syarat maka akan membuat perdamaian itu tidak akan terjadi.
Demikian Dian Wirengjurit mengatakan dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (27/3/2026).
“Jadi yang dilakukan Iran dengan mengajukan counter proposal 5 poin itu buat saya, itu menunjukkan bahwa Iran tidak butuh didikte, Iran punya dignity sendiri saya mau cease fire,” ujar Dian.
Di samping itu, Dian menilai proposal yang diajukan Amerika Serikat (AS) untuk Iran tidak nyambung. Pasalnya, proposal yang diajukan AS diajukan seolah-olah Iran dalam posisi kalah.
Baca Juga: Kasus Andrie Yunus, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Reformasi TNI karena Dinilai Bahayakan Demokrasi
“Kalau dalam posisi yang kalah, diberlakukan 15 poin itu, ya sudah itu mengakui kekalahan, lah ini perang saja masih berlangsung,” ucap Dian.
“Amerika sendiri pontang-panting dan narasi menyatakan bahwa Iran digempur oleh Israel dan Amerika saya kira kurang tepat, yang tepat itu Iran dikeroyok 10 negara atau 8 negara minimal. Jadi sudah nggak bisa lagi dibilang ini perang hanya dengan Amerika dan Israel, Iran dikeroyok.”
Sementara dalam posisi ini, kata Dian, perlawanan Iran membuktikan bahwa perang ini masih berlangsung seimbang.
“Kalau syarat-syarat diajukan seperti ini, ini hanya klaim sepihak yang menyatakan Amerika sudah menang dan menentukan syarat 15,” kata Dian.
Baca Juga: Kementerian HAM Minta TNI-Polri Koordinasi, Lakukan Mitigasi Potensi Kompleksitas Kasus Andrie Yunus
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- amerika serikat
- as ajukan proposal
- cease fire
- dian wirengjurit
- proposal as akhiri perang
- perang iran





