Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Bitung
Kapal Terbakar, Sinergi Cepat Evakuasi Korban
Aksi penyelamatan dramatis berlangsung di perairan Batu Kapal, Timur Laut Pulau Lembeh, Sulawesi Utara.
TNI Angkatan Laut bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi 14 kru Kapal Pajeko Anaiah yang terjebak dalam kobaran api di tengah laut pada Jumat 27 Maret 2026.
Merespons laporan darurat tersebut, Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, langsung menginstruksikan pengerahan unsur KAL Tedong Naga, RHIB Satrol Kodaeral VIII, serta tim kesehatan untuk bergerak cepat menuju titik koordinat sebelum api melahap habis seluruh badan kapal.
Operasi Cepat di Tengah Kobaran Api
Kecepatan menjadi kunci utama dalam operasi SAR kali ini. Sinergi antara TNI AL dan unsur Polairud terbukti efektif; seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dari maut meski beberapa di antaranya mengalami luka bakar serius.
"Seluruh unsur dikerahkan secara cepat guna melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap para korban. Sinergi ini memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," tulis keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut.
Penanganan Medis Lapis Baja
Setibanya di daratan, para korban tidak dibiarkan menunggu. Tim medis gabungan yang terdiri dari RSAL Bitung, RS Umum Manembo-nembo, RS ODSK, RS Mata Provinsi, hingga Karantina Kesehatan Bitung telah siaga di dermaga.
Setelah kondisi korban dinyatakan stabil melalui penanganan pertama, empat unit ambulans dikerahkan untuk melarikan para kru ke RS Umum Kandou Malalayang dan RSUD Manembo-Nembo Bitung demi mendapatkan perawatan intensif.
Aksi sigap Kodaeral VIII ini merupakan manifestasi nyata dari Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Kasal secara konsisten menekankan bahwa setiap jajaran TNI AL wajib memiliki kesiapan tempur dan kemanusiaan yang tinggi, terutama dalam menangani kecelakaan laut yang mengancam nyawa warga negara.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban tengah dalam pantauan tim medis, dan pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews





