Kuda andong masih menjadi favorit wisatawan di libur Lebaran tahun ini. Selain suasana Malioboro yang khas, kecantikan kuda-kuda andong yang berhias bunga warna-warni turut menjadi daya tarik tersendiri.
Kepala kuda-kuda andong tampil mencolok dengan rangkaian bunga plastik aneka warna. Ada pula yang dihiasi bulu ayam beraneka warna. Para kuda seakan tak mau kalah dengan empunya — para kusir yang setiap hari tampil necis dalam balutan busana adat Jawa.
"Alasannya untuk menarik pelanggan dan mempercantik kuda. Jadi tamu-tamu senang naik andong. Melihat kudanya bagus, andongnya juga bagus," kata salah seorang kusir, Agung Prasetyo (30), saat ditemui Jumat (27/3).
Bunga-bunga berbahan plastik itu dibeli lalu dirakit dan dipasang sendiri oleh para kusir sesuai selera masing-masing.
"Pemasangan sesuai selera kusir. Ada yang suka bulu ayam, ada yang suka bunga," katanya.
Agung sendiri mengoleksi keduanya — bunga maupun bulu ayam. Namun di masa libur Lebaran yang didominasi wisatawan keluarga, ia memilih menghias kudanya dengan bunga.
"Kebanyakan keluarga pakai yang bunga-bunga dulu. Nanti kalau sudah hari biasa kita ganti dengan bulu-bulu," katanya.
Banyak yang Tanya Kudanya Cowok atau CewekAksesori ini membuat para wisatawan bersemangat berfoto bersama kuda sebelum naik andong. Tak sedikit pula yang penasaran dengan hiasan tersebut.
"Banyak yang tanya, kok ada bunganya — kudanya cowok atau cewek?" ujar Agung sambil tertawa.
Kusir lain, Agus (30), mengamini hal serupa. Menurutnya, hiasan bunga memang sengaja dipasang untuk mempercantik tampilan sekaligus menarik penumpang.
"Untuk mempercantik sama menarik penumpang," ujarnya.
Pelanggan Naik 85 Persen, Kuda Dapat Perawatan KhususDi musim libur Lebaran ini, Agus mengaku jumlah pelanggannya melonjak hingga 85 persen dibanding hari biasa.
"Hari biasa kadang narik, kadang nggak. Kalau ini bisa tiga sampai empat kali narik," katanya.
Untuk berkeliling Malioboro naik andong, wisatawan cukup merogoh kocek Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung jarak rute yang dipilih.
Selama musim liburan, kuda milik Agus pun mendapat perawatan istimewa — mulai dari jamu, mandi air hangat dengan serai, hingga asupan gula Jawa agar tetap bugar melayani wisatawan.





