Iran, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian berdampak pada jalur distribusi energi global. Iran kini mengambil langkah tegas dengan membuka akses Selat Hormuz hanya untuk negara-negara tertentu yang dianggap bersahabat.
Kebijakan ini langsung menjadi sorotan dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dan gas global. Di tengah situasi konflik, keputusan Iran ini dinilai akan sangat memengaruhi pasokan energi internasional, termasuk ke kawasan Asia.
Pemerintah Iran melalui pernyataan resmi yang disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa hanya negara-negara tertentu yang diperbolehkan melintasi Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang dikutip dari akun resmi Konsulat Jenderal Iran, disebutkan bahwa ada lima negara utama yang mendapatkan izin khusus.
Berikut daftar negara yang diizinkan:
-
China
-
Rusia
-
India
-
Irak
-
Pakistan
Negara-negara tersebut dinilai memiliki hubungan baik dengan Iran, sehingga kapal tanker mereka tetap diperbolehkan melintas di tengah situasi yang memanas.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa Iran menerapkan pendekatan selektif dalam mengatur jalur strategis tersebut, yang selama ini menjadi salah satu titik krusial perdagangan energi dunia.
Malaysia Juga Dapat Lampu HijauSelain lima negara tersebut, Malaysia juga dikabarkan mendapat izin untuk melintasi Selat Hormuz. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Ia mengungkapkan bahwa kapal tanker Malaysia kini dapat kembali beroperasi dan melanjutkan perjalanan setelah mendapat persetujuan dari Iran.
“Kami sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia agar dapat melanjutkan perjalanan pulang,” ujar Anwar dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Keputusan ini disebut sebagai hasil komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan, termasuk Iran, Mesir, dan Turki.
Selat Hormuz Jadi Titik Panas Energi DuniaSelat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global melewati jalur ini.
Penutupan atau pembatasan akses di wilayah ini langsung berdampak pada:
-
Kenaikan harga minyak dunia
-
Gangguan pasokan energi global
-
Ketidakstabilan pasar komoditas




