Pantau - Malaysia menunjukkan posisi tegas dengan mengedepankan diplomasi damai dan mengecam serangan Israel yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran sejak akhir Februari 2026.
Sikap Tegas Malaysia di Tengah KonflikPerdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim langsung menyampaikan pernyataan resmi setelah eskalasi konflik meningkat pada 28 Februari 2026.
Ia menilai serangan Israel terhadap Iran membawa kawasan Timur Tengah ke ambang bencana dan berpotensi menggagalkan perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat.
Anwar juga mendesak penghentian serangan serta mengecam tindakan yang menargetkan pemimpin negara.
Ia menyebut tindakan tersebut sebagai preseden berbahaya yang melemahkan norma internasional dan melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Malaysia menjadi salah satu negara ASEAN pertama yang menyuarakan sikap atas konflik tersebut melalui jalur diplomasi dan dialog tingkat tinggi.
Lindungi Warga dan Siapkan Strategi Dampak EkonomiSelain diplomasi, pemerintah Malaysia juga fokus melindungi warganya di negara terdampak konflik.
Kementerian Luar Negeri Malaysia melakukan upaya pemulangan warga di tengah terganggunya penerbangan internasional akibat eskalasi konflik.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.
Pemerintah Malaysia juga menyiapkan strategi menghadapi potensi dampak ekonomi global akibat konflik berkepanjangan.
Upaya tersebut mencakup antisipasi krisis serta menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian geopolitik.




