Bisnis.com, JAKARTA – Pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) menyetujui rencana merger perseroan dengan PT Eka Mas Republik atau MyRepublic Indonesia. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis (26/3/2026) telah menyetujui rencana itu.
Dalam merger ini, Moratelindo atau MORA akan menjadi entitas yang bertahan dan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. Selain itu, RUPSLB juga menyepakati perubahan pengendali perseroan selepas merger, dari sebelumnya PT Candrakarya Multikreasi menjadi PT Innovate Mas Utama.
Calon Direktur Utama Ekamas Mora Republik Timotius M. Sulaiman, menerangkan bahwa aksi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas layanan perusahaan.
”Persetujuan para pemegang saham hari ini merupakan langkah penting menuju terealisasinya penggabungan. Kami optimistis sinergi ini akan memperkuat kapasitas perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan serta mendorong percepatan dan pemerataan pengembangan ekosistem digital di Indonesia,” katanya dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (27/3/2026).
Selain itu, merger ini dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menciptakan sinergi dari sisi finansial maupun operasional yang berkelanjutan bagi kedua perusahaan. Hal itu dinilai dapat dicapai melalui optimalisasi biaya operasional, capex yang lebih efisien, serta maksimalisasi aset jaringan yang dimiliki kedua perusahaan.
Timotius berharap merger ini dapat mendorong pertumbuhan perusahaan yang lebih cepat dan luas dengan potensi yang semakin besar ke depannya.
”Penggabungan ini akan menjadikan PT Ekamas Mora Republik Tbk. [sebagai] entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, negara, dan pemegang saham,” katanya.
Dalam merger ini, masing-masing perusahaan membawa kekuatan jaringan yang saling melengkapi. Moratelindo merupakan Penyedia Akses Jaringan (NAP) dan Penyedia Layanan Internet (ISP) yang berpengalaman sejak tahun 2000, sekaligus salah satu penyedia jaringan tulang punggung telekomunikasi (Fiber Optic Backbone) terbesar di Indonesia.
Per September 2025, Moratelindo memiliki total panjang kabel serat optik sebesar lebih dari 57.000 km dan 6 data center berkapasitas 3,3 megawatt, dengan lebih dari 16.800 pelanggan enterprise, hampir 1 juta total homepass, dan lebih dari 296.000 jumlah pelanggan ritel.
Sementara itu, MyRepublic Indonesia, entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), merupakan penyedia jaringan fiber to the home (FTTH) terdepan di Indonesia. Per September 2025, MyRepublic Indonesia melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel dengan layanan internet cepat hingga 1 Gbps, dan memiliki lebih dari 58.000 km kabel serat optik dengan lebih dari 8,7 juta homepass.
Redpeak Advisers ditunjuk sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk transaksi ini. Nantinya, Setelah penggabungan efektif, DSSA akan menjadi pemegang saham pengendali PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) dari entitas hasil penggabungan melalui kepemilikan secara tidak langsung.
Selama proses integrasi berjalan, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk memastikan transisi berjalan secara profesional dan lancar bagi karyawan, pelanggan, dan mitra.
Tanggal efektif merger akan jatuh pada 22 April 2026. Sejalan dengan itu, pemegang saham juga menyetujui perombakan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan, yang akan menjabat pada tanggal efektif tersebut.
Jajaran Komisaris dan Direksi Moratelindo yang Disepakati RUPSLB pada Kamis (26/3/2026): Dewan Komisaris- Komisaris Utama & Komisaris Independen : Arsjad Rasjid
- Komisaris : Marlo Budiman
- Komisaris : Handhianto S. Kentjono
- Direktur Utama : Timotius M. Sulaiman
- Direktur : Yopie Widjaja
- Direktur : Hendra Gunawan
- Direktur : Edward Sanusi
- Direktur : Iman Syahrizal
- Direktur : Melanie Maharani
- Direktur : Edward Anwar
- Direktur : Jimmy Kadir
- Direktur : Genta Andhika Putra
- Direktur : Michael C. McPhail
- Direktur : Resi Y. Bramani





