Grid.ID - Nasib nahas menimpa seorang bocah 9 tahun asal Jawa Timur. Bagaimana tidak, bocah 9 tahun tersebut mendadak dibanting ustaz guru ngajinya di sebuah musala wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Adapun sosok bocah itu berinisial MFR (9). Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan ini dipicu oleh kekesalan pelaku terhadap korban.
Pelaku disebut emosi lantaran mobil sang kiai tergores. Kejadian itu dibenarkan oleh Kasat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota, AKP Rini Ifo Nila Krisna. Ia memastikan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan langkah hukum lebih lanjut.
Lantas bagaimana kronologi bocah 9 tahun dibanting guru ngaji gara-gara bikin lecet mobil kiai? Simak penjelasannya.
Kronologi Bocah 9 Tahun Dibanting Guru Ngaji
Insiden bocah 9 tahun dibanting guru ngaji itu bermula saat korban hendak mengeluarkan sepeda. Namun, korban tidak sengaja menyengat badan mobil milik kiai pengasuh musala.
"Dari keterangan awal korban, kejadian bermula saat korban mengeluarkan sepeda dan tidak sengaja menggores kendaraan milik kiai pemilik musala tempat mengaji," ujar AKP Nila, Selasa (24/3/2026) dilansir Kompas.com.
Mengetahui hal itu, oknum ustaz atau guru ngaji tersebut langsung emosi. Menurut keterangan polisi, oknum ustaz itu langsung membanting bocah 9 tahun tersebut.
Sementara itu, sang kiai pemilik kendaraan diketahui sedang melaksanakan ibadah umrah.
"Hal itu kemudian diketahui oleh ustaz tersebut, lalu emosi dan membanting korban. Ini merupakan dugaan penganiayaan terhadap anak yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Sat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota. Prosesnya masih berjalan dan akan terus kami dalami," tegas AKP Nila.
Pengakuan Ayah Korban
Peristiwa penganiayaan itu baru terungkap saat korban mengadu pada ayahnya, Sulaiman setelah berbuka puasa pada Kamis (19/03/2026). Sulaiman tak terima putranya diperlakukan secara kasar.
"Setelah buka puasa, anak saya bilang kalau dibanting oleh ustaznya. Dia juga bilang ada videonya."
"Setelah sekitar setengah jam, videonya ditunjukkan dan ternyata kejadiannya cukup parah," beber Sulaiman.
Setelah melihat video itu, istri Sulaiman meminta klarifikasi dari pihak pelaku. Pelaku pun lantas mengakui perbuatannya dengan alasan korban telah membuat lecet mobil kiai.
Kendati demikian, ibu korban tidak terima putranya diperlakukan dengan kasar. Orang tua korban lantas melaporkan kejadian itu ke polisi.
"Istri saya menanyakan apa salah anak saya sampai diperlakukan seperti itu. Katanya karena anak saya melecetkan mobil milik kiai. Padahal waktu itu banyak anak-anak dan kejadian itu tidak disengaja," ungkap Sulaiman.
"Kalau menegur atau mendidik anak seharusnya tidak dengan cara seperti itu. Keluarga sepakat untuk tetap melaporkan karena ini sudah terlalu parah," kata Sulaiman dengan nada kecewa.
Kini, penyidik PPA-PPO Polres Probolinggo Kota terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti tambahan untuk melengkapi berkas perkara penganiayaan anak di Probolinggo tersebut.
“Ini merupakan dugaan penganiayaan terhadap anak yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Sat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota. Prosesnya masih berjalan dan akan terus kami dalami,” ujarnya dilansir TribunJatim.com.
Demikianlah kronologi bocah 9 tahun dibanting guru ngaji gara-gara bikin lecet mobil kiai. (*)
Artikel Asli




