Pegawai Indomaret-Alfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Toko Serba Ada Bertenaga Humanoid Pertama di Dunia - Dioperasikan oleh Galbot G1. (Tangkapan Layar Youtube/Galbot)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di era teknologi kecerdasan buatan (AI), muncul kekhawatiran beberapa pekerjaan akan punah. Pasalnya, AI mampu menyelesaikan tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan peran manusia.

Contohnya tampak di Amerika Serikat (AS). Raksasa e-commerce Amazon sudah memanfaatkan robot di fasilitas gudang untuk mengerjakan berbagai tugas.

Sementara itu, China sudah memiliki pusat pelatihan robot di Wuhan yang melatih para robot untuk melakukan pekerjaan seperti membuat kopi dan tugas rumah tangga sehari-hari.


Pilihan Redaksi
  • Terungkap! Ada Transaksi Jumbo Rp3,6 T di Emiten Konglomerat
  • Buka Alfamart Butuh Berapa? Ini Hitungan Terbaru Modal yang Dibutuhkan

Beberapa saat lalu, laporan juga menyebut startup asal China sudah membuka 'warung' yang dikelola robot. Inovasi ini bisa mengancam eksistensi para karyawan toko serba ada, misalnya di Indonesia adalah karyawan di Indomaret dan Alfamart.

Galbot, perusahaan yang bergerak di industri robot, pada Agustus 2025 membuka sebuah kios di Beijing yang dikelola oleh robot menyerupai manusia (humanoid). Mereka menyebut kios tersebut sebagai "toko pertama yang dioperasikan oleh humanoid otonom."

Humanoid yang digunakan adalah Galbot G-1, robot berlengan dua yang sudah diluncurkan Galbot sejak Juni 2024. Robot bisa bergerak ke penjuru kios untuk mengambil barang dan menyerahkannya ke pelanggan, seperti karyawan manusia.

"Robot Galbot G-1 mengelola semua, melayani ribuan pelanggan tiap hari. Mulai dari menyapa, menyajikan minum, snack, dan obat. Galbot menangani tiap pesanan tanpa perintah dari jarak jauh, ditenagai oleh GroceryVLA dan GraspVLA," kata perusahaan.

Namun, gerakan Galbot G-1 masih cenderung lambat. Fungsinya sebenarnya tidak banyak berbeda dengan vending machine.

Galbot menyatakan kios-kios serupa akan dibuka di penjuru China. Terakhir, Galbot membuka kios di pusat keramaian di Beijing yaitu Summer Palace.

CEO Galbot Wen Airong mengungkapkan ambisi untuk membuka 100 toko di 10 kota di China pada 2026. Untuk mencapai ambisi itu, dia dan tim harus melewat dua tantangan yaitu menciptakan interaksi yang "lebih alami" dan meningkatkan kecepatan operasi.

Pengembang robot, menurut Futurism, memang kesulitan menciptakan sistem sensor suara yang berfungsi dengan lancar di dunia nyata karena perubahan kelantangan suara dan perbedaan aksen.

Persoalan pergerakan juga menjadi tantangan utama, terutama dalam menciptakan robot dua kaki (bipedal). Sampai sekarang, menurut Futurism, belum ada desain yang baku untuk pergerakan robot menggunakan kaki.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Ancaman AI Bubble: Euforia Teknologi yang Bisa Meledak?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bung Towel Sebut Emil Audero Lebih Pantas Jadi Kiper Utama daripada Maarten Paes, Ini Alasannya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Pramono Prediksi 12 Ribu Pendatang Serbu Jakarta, Perantau Diminta Siap Mental dan Skill
• 25 menit laludisway.id
thumb
Perang Berkecamuk, Presiden Iran Serukan Negara Muslim Bersatu!
• 9 jam laludetik.com
thumb
AS Siapkan Opsi Militer Pukulan Terakhir ke Iran, Libatkan Serangan Darat dan Pengeboman
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Bagaimana Cara Tradisional Mengatasi Anak Demam di Malam Hari? Cek di Sini!
• 12 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.