PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatat lonjakan permintaan dalam proses bookbuilding Penawaran Umum Obligasi I Tahun 2026 dan Sukuk Wakalah I Tahun 2026.
Total permintaan investor mencapai sekitar Rp 5,46 triliun, atau sekitar 6,8 kali dari target penerbitan sebesar Rp 800 miliar.
Secara rinci, permintaan terhadap obligasi tercatat sekitar Rp 2,58 triliun atau 8,61 kali dari target Rp 300 miliar. Sementara itu, sukuk wakalah mencatat permintaan sekitar Rp 2,88 triliun atau 5,76 kali dari target Rp 500 miliar.
Dalam struktur final, RATU menetapkan penerbitan obligasi sebesar Rp 300 miliar dengan tenor 5 tahun berkupon 7,95 persen dan tenor 7 tahun berkupon 8,50 persen. Adapun sukuk wakalah diterbitkan sebesar Rp 500 miliar dengan tenor 5 tahun dan 7 tahun, masing-masing menawarkan imbal hasil 7,95 persen dan 8,50 persen per tahun yang dibayarkan secara kuartalan.
Dana hasil penerbitan ini bakal digunakan untuk mendukung kebutuhan pendanaan perseroan, termasuk untuk cash call dalam rangka pengembangan aset di wilayah kerja Jabung dan Cepu, serta refinancing fasilitas pinjaman bank yang sudah ada.
Dari sisi kelayakan kredit, obligasi dan sukuk tersebut memperoleh peringkat idA (Single A) dan idA(sy) (Single A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
Direktur Perseroan, Adrian Hartadi, mengatakan pencapaian oversubscription ini bukan hanya mencerminkan tingginya minat investor, tapi juga menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap model bisnis dan fundamental Perseroan.
"Perseroan akan mengelola dana hasil penerbitan ini secara disiplin serta terus memperkuat portofolio aset energi guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," jelas Adrian, dalam keterangan resmi, Jumat (27/3).





