Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menegaskan komitmennya untuk menyediakan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat prasejahtera.
PNM menilai keberlanjutan usaha nasabah tidak hanya bergantung pada akses pembiayaan, tetapi juga pada tersedianya infrastruktur dasar yang menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.
Advertisement
Sepanjang 2025, PNM menginisiasi program penyediaan air bersih dan sanitasi di 28 lokasi di Indonesia. Inisiatif ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas sanitasi penyediaan sumber air bersih, serta penguatan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.
Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary menegaskan bahwa pemberdayaan berkelanjutan perlu dilakukan secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Bagi masyarakat prasejahtera, air bersih tidak hanya sekadar kebutuhan dasar, tetapi memiliki peran yang lebih luas. Air menjadi sumber kehidupan sekaligus penopang produktivitas. Banyak nasabah PNM yang bergantung pada ketersediaannya untuk menjalankan usaha, mulai dari kuliner, pertanian skala kecil, hingga berbagai usaha rumahan.
"Karena itu, menghadirkan akses air bersih berarti membuka ruang bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat sekaligus meningkatkan kapasitas ekonominya,” ujar Dodot, melansir Antara, Rabu, 25 Maret 2026.




