Bukan Air Keras, Komnas HAM Sebut Andrie Yunus Disiram Cairan Asam Kuat

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Saurlin Siagian, meminta publik menggunakan istilah “zat kimia asam kuat” untuk menyebut cairan yang digunakan dalam penyiraman terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Hal tersebut disampaikan berdasarkan keterangan tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang menangani luka bakar Andrie akibat insiden penyiraman pada 12 Maret 2026.

“Kami berkesempatan berbicara dengan dokter-dokter spesialis yang menangani dan juga manajemen RSCM. Pertama, luka bakar akibat disiram zat kimia asam kuat,” ujar Saurlin di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).

Istilah cairan asam kuat dipilih agar publik lebih tepat memahami sifat zat tersebut, karena selama ini istilah “air keras” digunakan secara awam untuk berbagai bahan korosif, tidak selalu sama dengan asam kuat yang sebenarnya.

“Jadi mungkin ini adalah istilah yang bisa resmi kita pakai bersama-sama untuk publik ya. Kalau selama ini kan banyak istilah lain ya, disiram air keras dan lain sebagainya,” lanjut dia.

Baca juga: Kondisi Terkini Andrie Yunus: Alami Iskemia di Mata Kanan, Jalani Operasi Lanjutan

Saurlin menyampaikan, tim dokter akan fokus pada pemulihan kondisi Andrie dalam enam bulan ke depan.

Dalam proses tersebut, Andrie dijadwalkan menjalani sejumlah tindakan operasi.

Berdasarkan keterangan medis, luka bakar yang dialami Andrie mencapai sekitar 20 persen dan diperkirakan dapat pulih secara total dalam waktu dua tahun.

“Kemudian, kami mendapat konfirmasi bahwa pembiayaan alhamdulillah di-cover oleh BPJS,” tambah Saurlin.

Pada Kamis, Saurlin bersama Komisioner Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah bertemu dengan pimpinan RSCM serta tim dokter yang menangani Andrie.

Pertemuan tersebut bertujuan menggali informasi mengenai kondisi Andrie sejak awal dirawat hingga perkembangan penanganan medis terbaru, termasuk dampak luka terhadap kondisi fisik dan psikisnya.

“Baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang, mungkin dari sisi fisik maupun psikis yang mungkin dialami,” ujar Pramono.

Baca juga: Pemulihan Andrie Yunus Disebut Butuh Waktu 2 Tahun

Kronologi Penyiraman

Sebelumnya, insiden penyiraman terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam. Ia diduga diserang oleh dua orang tidak dikenal saat dalam perjalanan pulang.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa peristiwa bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Podcast tersebut bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” dan selesai sekitar pukul 23.00 WIB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Eskalasi Dinamika di Timur Tengah, VinFast Goda Konsumen Asia Beralih ke Kendaraan Listrik
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bayar pajak kendaraan bisa di 14 lokasi pada Kamis
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 196, Hari Ini Kamis 26 Maret 2026: Duka Mendalam Trian Usai Kepergian Adila
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ternyata Veda Ega Pratama Jadi Pembalap Tercepat Kedua di Moto3 Brasil 2026, Apa Rahasianya?
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.