WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menunda serangan ke pembangkit listrik Iran hingga mencapai 10 hari.
Hal itu diungkapkan Trump, Kamis (26/3/2026), setelah sebelumnya mengancam bakal menyerang pembangkit listrik Iran karena penutupan Selat Hormuz
Dikutip dari Associated Press, Trump mengatakan ia memutuskan menunda serangan ke pembanhgkit listrik karena pembicaraan untuk mengakhiri perang berjalan baik.
Padahal, pihak Iran secara terbuka terus menolak negosiasi dengan Gedung Putih terkait proposal 15 poin yang diajukan AS.
Menurut Trump, Iran telah meminta masa tenggang kepada dirinya.
Baca Juga: Kapal Spanyol Diizinkan Lewati Selat Hormuz, Disebut Terkait Sikap atas Perang AS-Israel Vs Iran
“Mereka meminta tujuh (hari). Dan saya katakan kepada mereka ‘saya akan memberikan Anda 10 hari’,” ujar Trump.
Pernyataan itu dikatakan Trump setelah ia mengumumkan di media sosialnya, akan memberikan waktu kepada Iran hingga 6 April untuk membuka Selat Hormuz.
Selang sehari setelah pernyataan Trump, militer Israel pada Jumat (27/3/2026) pagi mengungkapkan telah melakukan gelombang serangan ke jantung Teheran.
Mereka juga mengatakan tengah berupaya menghalau pelunduran dari Iran.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- iran
- donald trump
- menunda serangan
- 10 hari
- amerika serikat





