Grid.ID - Kehilangan orang terkasih selalu menjadi momen yang berat bagi siapa pun. Dalam suasana duka, kehadiran keluarga, sahabat, dan kerabat dekat menjadi salah satu sumber kekuatan untuk membantu melewati masa sulit tersebut. Hal inilah yang juga tergambar dari kunjungan yang dilakukan oleh Fitri Tropica ke TPU Tanah Kusir pada Kamis (26/3/2026).
Fitri Tropica mengungkapkan bahwa tujuan utamanya datang ke makam bukanlah sesuatu yang direncanakan secara khusus. Ia menyebutkan bahwa kunjungan tersebut lebih kepada bentuk ziarah sederhana untuk mengenang sosok Vidi. Baginya, ziarah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan dan cara untuk tetap terhubung secara batin dengan almarhum.
"Ya kita ziarah aja, buat Vidi kan... apa ya, ziarah aja sih," ujar Fitri Tropica di TPU Tanah Kusir pada Kamis (26/3/2026).
Namun, di balik itu, ada alasan lain yang tak kalah penting. Fitri Tropica atau yang akrab dipanggil sebagai Fitrop sebenarnya ingin bersilaturahmi dengan orang tua almarhum.
Ia menyadari bahwa pada saat prosesi pemakaman sebelumnya, kondisi keluarga yang ditinggalkan masih sangat terpukul. Dalam situasi seperti itu, sulit bagi siapa pun untuk benar-benar menerima dukungan secara utuh, karena perasaan duka masih begitu mendalam.
"Enggak sih, lebih ke tadinya kayak pengen ketemu aja sama Om, Tante (orang tua almarhum), gitu," ujarnya.
"Silaturahmi, karena juga kan waktu terakhir pemakaman itu kan pasti Om sama Tante juga lagi kalut gitu. Jadi kayak belum bisa yang men-support, menyemangati banget gimana-gimana," sambungnya.
Ia pun menjelaskan bahwa saat terakhir kali bertemu, suasana masih dipenuhi kesedihan. Bahkan, ketika berada di rumah duka, mengikuti salat jenazah di masjid, hingga mengantar ke pemakaman, ia melihat langsung bagaimana kondisi ibunda almarhum yang terlihat sangat terpukul, wajahnya pucat dan seperti kehilangan energi. Hal tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Fitrop.
"Karena waktu terakhir ketemu di rumahnya, terus sempat salatin juga di masjid, terus nganter juga waktu pemakaman ke sini, aku juga ngelihat kondisi Tante tuh benar-benar kayak masih kosong banget, pucat gitu," ungkapnya.
Awalnya, Fitrop dan rombongan berencana untuk berkunjung ke rumah orang tua almarhum. Namun, rencana tersebut berubah ketika mereka mengetahui bahwa kedua orang tua almarhum sedang berada di makam. Akhirnya, mereka memutuskan untuk langsung menyusul ke TPU Tanah Kusir.
Syukurnya, kondisi orang tua mendiang Vidi Aldiano sudah lebih tenang dan segar dari hari sebelumnya.
"Sudah, sudah ketemu. Tadinya kita mau janjian ke rumah, terus Om Tante bilang katanya lagi ke makam, jadi sekalian aja kita ke makam. Tadi sempat juga ngelihat Tante sudah lebih segar, sudah tenang," ujar Fitri.
Seperti diketahui, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB di kediamannya di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Ia berpulang di usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal selama hampir tujuh tahun.
Perjalanan panjang Vidi melawan penyakitnya selama ini banyak menginspirasi publik. Di tengah kondisi yang tidak mudah, ia tetap menunjukkan semangat hidup, berkarya, dan berbagi energi positif kepada orang-orang di sekitarnya.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang istri, Sheila Dara Aisha, keluarga, sahabat, serta para penggemar yang selama ini setia mendukungnya. (*)
Artikel Asli




