JAKARTA, KOMPAS.TV - Harga emas dunia tengah mengalami gejolak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini membuat pergerakan harga emas menjadi tidak stabil, memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah ini saat yang tepat untuk membeli, atau justru sebaiknya menunggu?
Dalam diskusi Kompas Bisnis yang tayang di KompasTV, Jumat (27/3/2026), psikolog konsumen Irfan Agia menjelaskan, volatilitas harga emas yang meningkat belakangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, mulai dari inflasi, suku bunga, hingga dinamika geopolitik.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 27 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Masih Stabil Rp2,8 Jutaan
Menurut Irfan, meskipun emas selama ini dikenal sebagai instrumen investasi yang stabil atau safe haven, bukan berarti harganya tidak bisa berfluktuasi dalam jangka pendek.
“Jadi memang emas dikenal sebagai instrumen investasi yang stabil, tapi jangka pendek tetap punya potensi untuk naik turun. Salah satunya karena faktor global ya, seperti inflasi, suku bunga, terutama situasi geopolitik yang sangat berpengaruh pada eskalasi dan juga deskalasi konflik gitu,” ujarnya.
Irfan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil keputusan investasi secara reaktif di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Ia menekankan pentingnya memiliki strategi yang jelas sebelum membeli emas.
“Nah, kuncinya sebetulnya adalah sebelum mengambil keputusan jangan reaktif gitu ya,” kata dia.
"Sesuaikan dengan profil risiko, bukan karena reaktif atau panik seperti itu," tegas Agita.
Ia menambahkan, emas masih sangat relevan sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- investasi emas 2026
- kapan beli emas
- strategi investasi emas
- harga emas
- konflik timur tengah
- strategi investasi





