Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional mendorong transformasi industri peternakan berbasis sains guna mendukung ketahanan gizi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sains Jadi Kunci Hadapi Tantangan GlobalKepala BRIN Arif Satria menyatakan dunia menghadapi tantangan kompleks mulai dari peningkatan kebutuhan pangan hingga perubahan iklim.
"Masyarakat global sedang menghadapi serangkaian tantangan yang saling terkait dan semakin kompleks, mulai dari meningkatnya permintaan pangan dan kesenjangan gizi yang terus-menerus terjadi, hingga tekanan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya," ungkapnya.
Ia menegaskan sektor peternakan memiliki peran strategis dalam rantai agrifood sehingga perlu transformasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Di BRIN, kami sangat percaya bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi pusat dari transformasi ini," ujarnya.
Kolaborasi Global dan Inovasi Berbasis DataTransformasi tersebut mencakup penguatan Life Cycle Assessment, sistem peternakan digital berbasis data, serta integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir.
BRIN juga bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) untuk memperkuat jaringan ilmiah dan metodologi evaluasi lingkungan.
Arif menekankan pentingnya sinergi antara sains, kebijakan, dan investasi agar hasil riset dapat diterapkan secara nyata.
"Mari kita selaraskan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan investasi untuk mengubah sektor peternakan ini menjadi pendorong ketahanan gizi global dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, BRIN akan membentuk gugus tugas untuk mempercepat implementasi hasil pertemuan strategis internasional tersebut.




