Masuk Daftar Hitam, Pemasok Senjata Canggih AS Menang Lawan Trump

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kolase Presiden AS, Donald Trump dan CEO of Anthropic, Dario Amodei. (Reuters dan AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hakim Amerika Serikat (AS) mendukung Anthropic yang dituduh sebagai risiko keamanan nasional dan masuk dalam daftar hitam Pentagon. Keputusan Hakim Distrik AS Rita Lin ini berasal dari gugatan perusahaan di pengadilan federal California.

Anthropic menuding Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah melampaui wewenangnya saat menetapkan Anthropic sebagai risiko pasokan keamanan nasional. Selain itu perusahaan juga menuding pemerintah melanggar hak kebebasan berpendapat Amandemen Pertama Konstitusi.


Anthropic mengatakan pemerintah AS telah melakukan tindakan balasan mengenai pandangan keamanan AI. Anthropic juga menambahkan pihak perusahaan tidak diberi kesempatan membantah penilaian itu.

Hakim Lin menyetujui tindakan pemerintah adalah bentuk hukuman pada Anthropic, bukan terkait keamanan nasional. Pemerintah juga disebutnya telah melanggar hukum Amandemen Pertama.

"Catatan tersebut mendukung kesimpulan Anthropic dihukum karena mengkritik posisi kontrak pemerintah di media," jelasnya dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2026).

Pilihan Redaksi
  • Manusia Rp 2.700 Triliun Mau Ganti Karyawan Jadi Mandor
  • OpenAI Mau Bikin Super App, Ada ChatGPT Cs!
  • Bukan Manusia, Perang Iran Ternyata Sudah Diatur AI

"Menghukum Anthropic karena membawa pengawasan publik pada posisi kontrak pemerintah merupakan bentuk pembalasan klasik yang melanggar hukum Amandemen Pertama," dia menambahkan.

Namun Lin juga memberikan catatan keputusannya belum berlaku selama tujuh hari. Ini dilakukan karena memberikan pemerintah kesempatan mengajukan banding.

Juru Bicara Anthropic Danielle Cohen menyambut baik keputusan tersebut. Dia juga memastikan perusahaannya akan bekerja dengan pemerintah memberikan manfaat AI yang aman dan andal bagi masyarakat AS.

Kasus ini muncul setelah perusahaan menolak mengizinkan militer menggunakan chatbot AI Claude untuk pengawasan warga AS atau menciptakan senjata otonom.

Anthropic menentang permintaan tersebut, salah satunya karena menilai model AI tidak cukup andal untuk digunakan dengan aman dalam pengembangan senjata otonom. Perusahaan juga menentang pengawasan, karena menyebut adanya pelanggaran hak.

Ketegangan antara Anthropic dan pemerintah AS mencuat sehari sebelum AS melancarkan serangan gabungan bersama Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Laporan WSJ menyebut, meski Trump langsung mengumumkan pelarangan untuk Anthropic, tetapi militer AS masih memanfaatkan tool AI Anthropic dalam perang melawan Iran.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Masif Adopsi AI & Cloud di Perusahaan, Waspada Risiko Keamanan Data

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Mobil Sampah di TPU Tanah Kusir Diduga Buang ke Sungai, DLH DKI Buka Suara dan Bongkar Fakta Sebenarnya
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Takbir yang tertahan di balik jeruji
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Ayah Vidi Aldiano Sebut Deddy Corbuzier Punya Peran Penting dalam Hidup Anaknya
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Noel Laporkan Tahanan Rumah Yaqut ke Dewas KPK, Jubir: Sah-Sah Saja
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Buntut Efisiensi Anggaran, Pramono Anung Bicara Nasib PPPK Pemprov DKI Jakarta
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.