JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah Indonesia akan mengalami krisis 2-3 bulan lagi akibat perang yang terjadi di Timur Tengah.
Bantahan itu disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pidato pelantikan pejabat pimpinan tinggi madya di Lingkungan Kementerian Keuangan, Jumat (27/3/2026).
“Jadi kalau orang bilang kita mau krisis 2 bulan, 3 bulan lagi, itu nggak benar,” tegas Menkeu Purbaya, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Menurutnya, Kementerian Keuangan sudah menghitung secara cermat bahwa kondisi Indonesia baik-baik saja. Bahkan, kata dia, karena BBM tidak naik saat ini popularitas pemerintah khususnya Presiden Prabowo naik kencang.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi
“Itu akan menambah apa, komponen stabilitas di ekonomi kita, itu kita perlu sehingga kita bisa fokus menjalankan program-program yang ada,” ujar Menkeu Purbaya.
“Jadi soft absorber sekaligus engine itu harus balance keduanya balance itu tidak mungkin tercapai kalau kita kerja sendiri-sendiri.”
Sebagai informasi sejumlah negara di Asia Tenggara dan sekitarnya telah merasakan gangguan pasokan minyak dampak signifikan konflik di Timur Tengah.
Di antaranya adalah Filipina yang telah mengumumkan status darurat energi karena kelangkaan pasokan. Kondisi ini membuat warga Filipina harus berjalan kaki untuk sampai ke kantor.
Baca Juga: Begini Momen Presiden Prabowo Datangi Warga di Pinggir Rel Kereta Api Senen
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- menkeu
- purbaya yudhi sadewa
- indonesia krisis
- indonesia krisis bbm
- menkeu purbaya





