Mario Suryo Aji Ungkap Dampak Besar Veda Ega di Honda Team Asia: Bukan Saingan, tetapi Sumber Motivasi!

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Prestasi gemilang Veda Ega Pratama di Moto3 2026 tak hanya mengundang sorotan publik, tetapi juga membawa perubahan signifikan di internal tim. Pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji, blak-blakan mengungkap bagaimana kehadiran juniornya itu justru menjadi suntikan motivasi bagi seluruh kru Honda Team Asia.

Hal tersebut diakui langsung oleh Mario Suryo Aji. Alih-alih merasa tersaingi oleh popularitas Veda yang tengah meroket, Mario justru melihat kehadiran rekan senegaranya itu sebagai energi positif.

Menurutnya, performa impresif Veda menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh anggota tim, mulai dari pembalap hingga staf teknis.

“Adanya Veda di tim membuat semua orang jadi lebih semangat. Ada mood baru yang terasa di dalam tim,” ujar Mario.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak terganggu dengan sorotan publik yang kini banyak tertuju pada Veda. Bagi Mario, fokus utamanya tetap pada pengembangan diri dan performa di lintasan.

“Saya tidak terganggu sama sekali. Saya berkompetisi untuk melakukan yang terbaik, bukan untuk mencari perhatian atau sanjungan,” tegasnya.

Mario justru mengapresiasi dukungan besar dari masyarakat Indonesia kepada dirinya dan Veda. Ia menilai dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan, bukan tekanan.

“Justru saya senang. Kehadiran Veda membawa motivasi, bukan cuma untuk saya, tapi juga seluruh tim,” tambahnya.

Fokus Mario di Moto2

Menjelang seri di Circuit of the Americas, Mario Suryo Aji datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pembalap berusia 22 tahun itu memiliki kenangan positif di sirkuit tersebut setelah mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menembus 10 besar Grand Prix.

Musim lalu, Mario finis di posisi ke-9 dalam kondisi lintasan basah. Kini, ia tertantang untuk mengulang bahkan melampaui pencapaian tersebut dalam kondisi berbeda.

“Saya optimistis bisa mengulang momentum tahun lalu, bahkan lebih baik,” ujar Mario.

Perbedaan kondisi lintasan menjadi tantangan tersendiri. Jika tahun lalu balapan berlangsung di trek basah, seri kali ini diprediksi digelar dalam kondisi kering.

Hal ini membuat Mario bersama tim fokus memaksimalkan data teknis yang sudah dimiliki sebagai bekal untuk meningkatkan performa motor.

“Kami sudah punya data dari tahun lalu. Tinggal dioptimalkan untuk hasil yang lebih maksimal,” jelasnya.

Dengan modal performa yang terus meningkat dalam dua balapan terakhir, Mario berharap bisa menjaga konsistensi sekaligus kembali mengharumkan nama Indonesia di level dunia.

Kehadiran dua pembalap muda Indonesia di panggung Grand Prix menghadirkan warna baru bagi dunia balap Tanah Air. Sinergi antara Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama di Honda Team Asia menjadi bukti bahwa persaingan sehat justru bisa melahirkan motivasi besar.

Publik kini menanti kiprah keduanya di seri Amerika, dengan harapan Merah Putih kembali bersinar di lintasan internasional. (*


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Connie Rahakundini & Peneliti Tanggapi Pernyataan Trump soal Negoisasi, Iran: AS Hanya Propaganda
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
St Kitts and Nevis tidak gentar dengan tekanan suporter Indonesia
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
RISE Cetak Pendapatan Rp410,72 Miliar, Penjualan Apartemen Naik 155 Persen
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Tiru Langkah Yaqut, Immanuel Ebenezer Ajukan Status Tahanan Rumah KPK
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang Laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts, Begini Kondisi Lalu Lintas Sekitar GBK
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.