Purbaya Guyur Tambahan Rp100 Triliun ke Bank: Bisa untuk Apa Saja dan Lebih Fleksibel

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kali ini, pemerintah memberikan fleksibilitas penuh kepada perbankan untuk mengelola dana tersebut agar penyaluran kredit kepada masyarakat dapat dibuka lebar.

Purbaya Guyur Tambahan Rp100 Triliun ke Bank: Bisa untuk Apa Saja dan Lebih Fleksibel. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menambah penempatan dana pemerintah Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan sebesar Rp100 triliun. Langkah ini diambil sebagai suntikan likuiditas ekstra untuk memastikan mesin perekonomian nasional tetap bergerak kuat di tengah tekanan global.

Purbaya menjelaskan, dana tambahan ini berbeda dengan alokasi Rp200 triliun sebelumnya yang cenderung memiliki kriteria kaku. Kali ini, pemerintah memberikan fleksibilitas penuh kepada perbankan untuk mengelola dana tersebut agar penyaluran kredit kepada masyarakat dapat dibuka lebih lebar.

Baca Juga:
Purbaya Kembali Guyur Likuiditas Rp100 Triliun ke Perbankan

"Kita kasih mereka aja. Yang ini lebih fleksibel, kita taruh di situ Rp100 triliun, dia (perbankan) mikir nanti. Boleh untuk apa saja itu. Karena yang 200 (triliun) sudah ada kan? Ini 100 (triliun) tambahan yang lebih fleksibel karena kita lihat masih ada perlu sedikit dorongan dari perekonomian," ujarnya di kantornya, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Purbaya juga menyoroti kontribusi penyaluran kredit dari dana pemerintah saat ini baru menyentuh angka 14 persen. Dengan tambahan Rp100 triliun ini, dia menargetkan adanya kenaikan rasio yang signifikan.

Baca Juga:
Bos BTN Sebut Tambahan Likuiditas Rp100 Triliun Bikin Bank Tak Berebut Dana Masyarakat

Purbaya juga mengingatkan agar perbankan benar-benar menyalurkan dana tersebut ke sektor produktif, bukan sekadar memarkirnya di instrumen bank sentral.

Baca Juga:
OJK Dukung Purbaya Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun di Himbara dan Bank Jakarta

"Angka terakhir kan 14 persen, harusnya dengan dorongannya uang tambahan itu bisa lebih tinggi lagi. Artinya ruang bagi perbankan untuk memberikan kredit semakin terbuka. Kita harapkan ke depan kita bisa jaga seperti itu terus," ujar Purbaya.

Merespons kebijakan tersebut, salah satu bank Himbara yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan penempatan dana tambahan tersebut. Bank pelat merah ini berkomitmen untuk menjaga mandat pemerintah dengan menyasar sektor-sektor yang memberikan dampak ekonomi luas.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menegaskan, prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran dana tambahan ini ke sektor riil.

"Dana tersebut akan dikelola secara prudent dan disalurkan secara selektif ke sektor-sektor produktif, dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan," ujar Adhika dalam holding statement.

Bank Mandiri optimistis tambahan likuiditas ini akan memperkuat daya dukung perbankan terhadap dunia usaha, sekaligus memastikan stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui proses penyaluran yang transparan dan efektif.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi XI DPR Soroti Masalah Coretax: Jangan Sampai Tax Ratio Jadi Korban
• 7 jam laludetik.com
thumb
Harga Emas Ambruk 3%, Terendah Sejak Awal 2026: Bisa Balik US$4.000?
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Agresi AS-Israel Picu Harga Pupuk Melejit, Petani Deli Serdang Menjerit
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
2015-2025 Dekade Terpanas Bumi, Perubahan Besar Terjadi di Laut
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terungkap! Mayat Dalam Plastik di Sungai Citanduy Cilacap Ternyata WNA Singapura
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.