Polisi mengamankan lima orang terduga pelaku penipuan berkedok donasi untuk orang cacat hingga musibah bencana yang beraksi di sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta.
"Telah diamankan seorang laki-laki dan empat orang perempuan," kata Pejabat Sementara Kasi Humas Polresta Yogyakarta Ipda R Anton Budi Susilo dikonfirmasi, Jumat (27/3).
Identitas kelimanya adalah:
NO (perempuan, 26 tahun) asal Ngaglik, Kabupaten Sleman;
AS (perempuan, 24 tahun) asal Ciamis, Jawa Barat;
AP (perempuan, 26 tahun) asal Kebayoran lama, Jakarta Selatan;
SM (perempuan, 26 tahun) asal Kasihan, Kabupaten Bantul; dan
A (laki-laki, 25 tahun) asal Mataram.
Dugaan penipuan ini dikeluhkan pengguna kereta api di media sosial. Pengunggah menuliskan pengalamannya dirayu orang yang meminta donasi begitu turun di Stasiun Tugu Yogyakarta pada 24 Maret lalu.
Pengunggah mengaku disodori barcode Qris dari ponsel dan dimintai donasi Rp 100 ribu. Setelah berdonasi, pengunggah mengaku mendapatkan kopi.
Anton mengatakan, Polsek Gedongtengen pada Kamis (26/7) malam langsung ke TKP begitu mendapat informasi di media sosial.
Keterangan kelimanya kepada polisi mereka menawarkan donasi ke masyarakat dengan dalih untuk keluarga pra-sejahtera dan yayasan disabilitas.
"Serta menawarkan dan memberikan Barang UMKM jenis minuman kopi robusta dan wedang uwuh kepada orang yang telah berdonasi dengan memberikan paket kopi robusta dan wedang uwuh setiap pemberian paket donasi Rp 100.000 kepada warga masyarakat di sekitar area Stasiun Tugu Yogya dengan secara cash atau transfer lewat Qris ke atas nama Komunitas Jogja Project," kata Anton.
"Di mana penyaluran dana dibagikan oleh Komunitas Jogja Project dan setiap dari perolehan donasi per orang memperoleh 20 persen setiap orang dalam berdonasi," ujarnya.
Saat meminta keterangan kelimanya, polisi juga mendapatkan barang bukti lima saset wedang uwuh, dua saset kopi robusta, dan uang tunai Rp 100 ribu. Kelimanya pun mengakui perbuatannya.
Dua orang yang beralamat di DIY disuruh pulang. Sementara tiga orang lainnya diserahkan ke dinas sosial.
"Dua (orang) karena rumahnya masih area Yogya disuruh pulang dan yang tiga orang lagi diserahkan dinsos," pungkasnya.





