Pilih Kurangi Jadwal Manggung Demi Rawat Ibu, Anji: Saya Tak Mau Banyak Uang tapi Tak Punya Waktu

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Di tengah duka mendalam atas kepergian sang ibunda, Siti Sundari, penyanyi Anji Manji punya prinsip hidup yang menginspirasi. Banyak yang memuji ketegaran Anji saat prosesi pemakaman, dan ternyata rahasia di balik keikhlasannya adalah waktu berharga yang sempat ia curahkan sepenuhnya sebelum sang ibu berpulang.

Sejak awal tahun 2024, mantan vokalis Drive ini ternyata telah mengambil keputusan besar untuk merombak total prioritas hidupnya. Ia memilih membatasi jadwal pekerjaannya demi satu alasan: keluarga.

Komitmen Maksimal 4 Kali Manggung Sebulan

Penyanyi bernama asli Erdian Aji Prihartanto ini mengungkapkan bahwa dirinya sengaja memangkas jadwal manggungnya secara drastis. Jika biasanya seorang musisi mengejar jadwal sebanyak mungkin, Anji justru membatasi diri hanya tampil maksimal empat kali dalam satu bulan.

"Saya sudah memutuskan bahwa semenjak tahun 2024 ini saya akan mengurangi jadwal manggung saya. Maksimal empat kali aja satu bulan," ungkap Anji saat ditemui di TPU Mangun Jaya, Bekasi, Jumaf (27/3/2026).

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Setelah hampir 20 tahun berkarier di industri musik dan menghabiskan sebagian besar waktunya berpindah dari satu panggung ke panggung lain, Anji merasa telah kehilangan banyak momen berharga.

Bagi Anji, materi bukan lagi segalanya. Ia menyadari bahwa kekayaan tidak akan ada artinya jika ia kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang ia cintai.

"Saya nggak pengen lagi punya banyak duit tapi nggak punya banyak waktu. Saya pengen lebih banyak waktu aja," tegasnya.

Prinsip hidupnya kini bergeser. Ia ingin memberikan kehadiran fisik dan emosional yang nyata, bukan sekadar instruksi dari kejauhan sebagai seorang ayah atau anak.

"Saya pengen lebih banyak interaksi dibandingkan instruksi," tambah Anji.

Selain ingin merawat sang bunda di hari tuanya, keputusan ini juga diambil demi anak-anaknya. Anji menyebut ingin lebih banyak melakukan bonding (ikatan batin), terutama dengan Sigra yang berkebutuhan khusus (autisme).

 

"Saya pengen banyak merawat Mama, pengen banyak bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak saya. Saga sudah membesar, Sigra juga makin besar dan anak saya kan autism, jadi memang saya perlu bonding lebih," jelasnya.

Pilihan Anji terbukti tepat. Selama tiga bulan terakhir sebelum ibunda mengembuskan napas terakhir pada Kamis (26/3/2026), Anji benar-benar mendampingi keseharian sang ibu secara intens.

Kesempatan merawat ibunda hingga detik terakhir di pangkuannya membuat Anji merasa tenang dan ikhlas melepas kepergian Siti Sundari. Ia merasa telah memberikan yang terbaik sebelum waktu benar-benar habis.

"Saya bahagia Mama kasih kesempatan buat saya, buat abang saya, buat ngerawat beliau selama kurang lebih 3 bulan terakhir. Saya merasa saya sudah ikhlas," tutup Anji. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bahas Kerja Sama Keamanan dengan Utusan Xi Jinping
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Istri Tolak Hubungan Intim karena Masalah Nafkah dari Suami Kurang, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam?
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Arus Balik Lebaran, Menkes Ingatkan Pengemudi Istirahat Setiap 3 Jam Sekali
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Beckham Putra Cetak Dua Gol, Indonesia Ungguli Saint Kitts dan Nevis 2-0 pada Babak Pertama
• 41 menit lalurepublika.co.id
thumb
Putin Ingatkan Konsekuensi Perang Iran Bisa Separah Pandemi COVID-19
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.