Israel dan AS Dikabarkan Berselisih Karena Beda Sikap soal Rencana Damai dengan Iran

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Israel dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan berselisih karena memiliki perbedaan sikap terkait rencana untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Dilansir Anadolu dari laporan Media penyiaran publik Israel, KAN, Kamis (26/3/2026) waktu setempat, perbedaan tersebut berfokus pada tiga isu utama.

Pertama masa depan program rudal balistik Iran, kedua rencana pemindahan uranium yang telah diperkaya ke International Atomic Energy Agency, serta wacana pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Sebelumnya, pada Rabu (25/3/2026), beredar laporan bahwa AS mengajukan proposal 15 poin untuk menghentikan serangan terhadap Iran. Proposal itu disebut telah disampaikan ke Teheran melalui mediasi Pakistan, termasuk opsi gencatan senjata sementara selama satu bulan guna membuka ruang negosiasi.

Sumber politik Israel yang dikutip KAN juga menyebutkan bahwa komunikasi antara Israel dan AS masih terus berlangsung, dengan kemungkinan adanya revisi terhadap proposal tersebut.

Namun, terdapat kekhawatiran dari pihak Israel bahwa Donald Trump Presiden AS akan mendorong gencatan senjata sementara demi mempercepat negosiasi dengan Iran.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa Teheran telah memberikan tanggapan resmi terhadap proposal tersebut melalui mediator.

Dalam responsnya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, mulai dari penghentian serangan dan pembunuhan di semua lini, jaminan tidak adanya perang lanjutan, kompensasi, hingga pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Di sisi lain, sumber Israel juga menilai Iran mulai menunjukkan sinyal memasuki “tahap akhir perang”, meskipun tetap mengajukan sejumlah tuntutan besar dalam proses diplomasi yang berjalan. Hingga kini, belum ada kepastian jadwal pertemuan langsung antara pejabat AS dan Iran, meskipun upaya mediasi terus dilakukan.

Sebagai informasi, konflik antara AS dan Israel melawan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Serangan udara yang dilakukan kedua negara dilaporkan telah membunuh lebih dari 1.340 orang, termasuk Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran saat itu.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel, serta sejumlah negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Eskalasi ini turut mengganggu pasar global dan sektor penerbangan internasional. (mar/bil/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Peringatkan Karhutla di Tengah Kelembapan Tinggi
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Manfaat Sekolah Multikultural dalam Membangun Keterampilan Sosial Global Anak
• 54 menit lalukumparan.com
thumb
Pemilir menikmati pengalaman melintas di Tol Japek Selatan
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Ingat! Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Saint Kitts
• 11 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Bahlil Ajak Masyarakat Hemat LPG di Tengah Konflik Timteng: Matikan Kompor Jika Masakan Sudah Matang
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.