Libur panjang hampir usai. Aktivitas di Jakarta pun beranjak normal usai hening ditinggalkan para penghuninya saat libur panjang Lebaran. Salah satu kawasan yang perlahan kembali normal ialah Pasar Tanah Abang.
Lalu-lalang kendaraan dan warga mulai terlihat di kawasan Pasar Tanah Abang. Walau cenderung lebih sepi dari biasanya, namun aktivitas jual beli sudah kembali berlangsung. Gedung di setiap blok di Pasar Tanah Abang sebelumnya ditutup sejak 20 Maret 2026. Gedung mulai kembali dibuka pada 27 Maret 2026.
Walaupun sudah kembali beroperasi, namun masih banyak kios-kios pedagang yang masih tertutup teralis. Masih banyaknya pedagang yang belum berjualan ini membuat para pembeli sedikit kebingungan untuk berbelanja. Hal itu yang dirasakan Brando (37).
Pedagang menunggu pembeli di salah satu kios di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (27/3/2026). KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Lorong sunyi di salah satu blok di Pasar Tanah Abang, Jakarta. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Pasar Tanah Abang, Jakarta, yang masih sepi pembeli di hari pertama kembali beroperasi. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Maneken dengan busana siap jual. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Maneken-maneken milik pedagang yang ditinggalkan mudik. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Sejak siang Brando sudah berkeliling Pasar Tanah Abang untuk mencari toko yang menjual pakaian guru. Pria asal Bintaro itu harus membeli satu set pakaian guru baru usai terbitnya Pergub DKI Jakarta No 4 Tahun 2026 tentang Pakaian Dinas ASN Jakarta.
“Sulit banget cari toko yang buka dan menjual pakaian dinas. Untungnya ini ada yang buka,” ujar Brando, Jumat (27/3/2026).
Tak ayal, toko itu menjadi sasaran para guru yang mencari pakaian di tengah sulitnya mencari toko yang buka di Pasar Tanah Abang pada hari pertama operasional. Menurut sejumlah pedagang, aktivitas jual beli akan mulai normal sekitar satu pekan usai kembali beroperasi.
Pasar Tanah Abang menjadi salah satu episentrum roda ekonomi di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memperkirakan transaksi di Jakarta sepanjang Ramadhan mencapai Rp 21 triliun.
Uang sebanyak itu berasal dari berbagai sektor, mulai dari perhotelan, ritel, hingga pusat perbelanjaan seperti kawasan Pasar Tanah Abang. Tidak heran jika kawasan Pasar Tanah Abang menjadi salah satu kawasan terpadat dengan berbagai aktivitas di dalamnya.
Kini perlahan pusat perbelanjaan itu mulai membuka roda-roda ekonomi yang siap disambut oleh perantau maupun warga Jakarta dan sekitarnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539710/original/044608300_1774614422-WhatsApp_Image_2026-03-27_at_4.54.16_PM.jpeg)


