Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, rencana penerapan skenario work from home (WFH) satu hari dalam sepekan tidak akan mengganggu kinerja ekonomi sepanjang diterapkan secara selektif. Pelaksanaan WFH satu hari dalam sepekan diyakini mampu menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau kami pilih Jumat, pasti ada penghematan BBM berapa persen," kata Purbaya di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (27/3).
Menurutnya, sektor-sektor yang membutuhkan operasional berkelanjutan seperti industri manufaktur tetap dapat berjalan normal. Fasilitas layanan publik juga tidak akan terganggu.
"Kalau untuk pabrik-pabrik yang memang memerlukan kerja terus menerus, ya engga harus (WFH) kan. Lalu untuk pelayanan publik tetap jalan. Jadi harusnya tidak masalah kalau hanya satu hari, produktivitas kita secara total tidak akan terlalu terganggu," ujar Purbaya.
Ia menyampaikan ketetapan mengenai pengenaan WFH bakal diumumkan dalam waktu dekat oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Purbaya menyebut saat ini pemerintah masih melangsungkan rapat untuk penentuan waktu pengumuman kebijakan WFH.
"Yang jelas kami masih rapat terus, besok juga rapat," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengabarkan telah memfinalisasi skema WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini merupakan strategi pemerintah untuk menghemat energi guna mengantisipasi dampak perang Iran.
“Segera, sebelum April. Kira-kira (diumumkan) minggu ini,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).
Kendati demikian, Airlangga belum mengungkapkan kebijakan ini akan diumumkan dan mulai diterapkan. Ia mengaku tengah menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.



