Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerukan warga sipil di seluruh kawasan Timur Tengah untuk menjauhi daerah-daerah di dekat pasukan Amerika Serikat (AS) berada. Seruan ini disampaikan pada hari Jumat (27/3), hampir sebulan setelah perang dengan Amerika Serikat dan Israel dimulai.
IRGC pun menuduh pasukan Israel dan AS menggunakan "perisai manusia".
"Pasukan Amerika-Zionis yang pengecut... sedang berusaha menggunakan lokasi sipil dan orang-orang tak berdosa sebagai perisai manusia," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, Sepah News.
"Kami menyarankan Anda untuk segera meninggalkan lokasi tempat pasukan Amerika ditempatkan agar tidak membahayakan Anda," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/3/2026).
Seruan ini disampaikan beberapa jam setelah militer Iran mengancam akan menargetkan hotel-hotel yang menampung tentara AS di seluruh wilayah tersebut.
"Ketika semua pasukan Amerika masuk ke sebuah hotel, maka dari perspektif kami, hotel itu menjadi milik Amerika," kata juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi kepada televisi pemerintah Iran pada hari Kamis (26/3) waktu setempat.
"Apakah kita hanya akan diam dan membiarkan Amerika menyerang kita? Ketika kita merespons, tentu saja kita harus menyerang di mana pun mereka berada," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/3/2026).
Sebelumnya pada 28 Februari lalu, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei dan memicu perang.
Perang tersebut sejak itu menyebar ke seluruh Timur Tengah, dengan Iran melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Israel dan kepentingan AS di wilayah tersebut.
(ita/ita)





