Bahlil Klaim Temukan Negara Baru untuk Pasok Minyak ke RI, dari Mana?

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut telah menemukan negara baru yang akan menjadi pemasok minyak untuk stok dalam negeri, di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang berdampak terhadap pasokan energi global.

Dia menyebut bahwa porsi impor minyak mentah dari Timur Tengah selama ini mencapai 20% dari keseluruhan impor Indonesia. Saat ini, pemerintah disebutnya terus mencari pemasok lain, kendati tak memerinci nama-nama negara yang dimaksud.

“Impor crude kita dari Timur Tengah itu 20%, dan sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Timur Tengah,” kata Bahlil usai bertemu sejumlah menteri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai nama Rusia yang sempat mencuat sebagai eksportir baru minyak mentah ke Indonesia, Bahlil meminta agar tidak terdapat pertanyaan lebih lanjut mengenai negara asal impor.

Dia hanya menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dari negara lain ini diupayakan dari seluruh kawasan di dunia.

Di samping itu, dirinya menjelaskan bahwa dinamika perang di Timur Tengah berlangsung cepat, sehingga tugas pemerintah adalah memastikan bahwa stok BBM nasional mencukupi.

Baca Juga

  • Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Pasokan Minyak Baru ke Berbagai Negara
  • Purbaya Sebut APBN Masih Aman Hadapi Harga Minyak US$100 per Barel, tapi Kini Sudah US$106
  • Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Global Melemah

Kendati demikian, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah belum mempertimbangkan opsi untuk membatasi subsidi BBM untuk masyarakat, meskipun negara lain seperti Malaysia telah mengambil langkah tersebut.

“Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi [BBM] subsidi. Artinya belum ada kenaikan [harga] untuk subsidi. Masih tetap sama,” kata politikus Partai Golkar ini.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk mengkaji sejumlah langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM) apabila terjadi krisis imbas perang.

Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan pemerintah adalah penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) dan pengurangan hari kerja.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Tanpa Negara: Pelajaran dari Hawala Afganistan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
3 Zodiak yang Selalu Bangun Pagi untuk Produktivitas yang Maksimal
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
PNM Bekali Kemampuan Futsal Pelajar dan Peluang Karier Pendamping Usaha Mikro
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Sanksi Dihapus, Ditjen Pajak Proyeksi Jumlah Pelaporan SPT Berkurang Jelang Deadline
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Cek Calon Lokasi Sekolah Rakyat Baru di LAN, Gus Ipul: Sangat Representatif
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.