Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat cakupan layanan Transjakarta telah mencapai 92,5 persen di seluruh Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, perluasan layanan tersebut menjadikan Transjakarta sebagai salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat.
“Sekarang sudah melayani cakupan Jakarta 92,5 persen. Dan setiap hari Transjakarta sudah mengangkut penumpang kurang lebih 1,4 juta per hari,” kata Pramono usai menghadiri Perayaan HUT ke-12 PT Transjakarta di Halte Tosari, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).
Dengan jumlah penumpang yang besar, Transjakarta dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung mobilitas warga sekaligus menggerakkan perekonomian.
Berdasarkan perhitungan Pemprov DKI, kata Pram, setiap investasi Rp 1 triliun di sektor Transjakarta mampu memberikan dampak ekonomi hingga Rp 3,2 triliun. Secara kumulatif, dampak ekonomi yang dihasilkan disebut telah mencapai Rp 73,8 triliun.
“Transjakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi transportasi di Jakarta,” ujarnya.
Selain itu, Pram menyebut bahwa infrastruktur Transjakarta menempati peringkat ke-17 di dunia dan ke-2 di ASEAN setelah Singapura.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyebut, pihaknya telah menyepakati pemberian subsidi pelayanan publik (public service obligation/PSO) sebesar Rp 4,8 triliun untuk Transjakarta.
Nilai tersebut setara hampir 6 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
“Ini hampir 6 persen, 5,99 persen dari anggaran APBD kita, kita berikan kepada Transjakarta. Hal ini bentuk imbal balik layanan Pemda kepada masyarakat Jakarta yang telah memberikan pajaknya,” ujar Khoirudin.
Ia menjelaskan, penerimaan pajak dari masyarakat Jakarta mencapai lebih dari Rp 50 triliun yang kemudian dikembalikan dalam bentuk layanan publik, termasuk transportasi.
“Dari 13 jenis pajak, hampir Rp 50 triliun lebih buat pemerintah dan kita berikan kita balikkan dalam bentuk layanan transportasi,” ucap dia.
Menurut Khoirudin, kebijakan ini juga bertujuan untuk menekan beban pengeluaran masyarakat, mengingat sektor transportasi menjadi salah satu komponen terbesar dalam pengeluaran rumah tangga.





