Panduan Memilih Semen Terbaik di Indonesia & Rekomendasinya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pembangunan rumah maupun konstruksi bangunan apa pun tentunya tidak bisa lepas dari penggunaan semen. Material ini menjadi komponen penting untuk memberikan kekuatan, daya rekat, dan ketahanan pada struktur bangunan. Oleh karena itu, memilih semen terbaik di Indonesia menjadi hal yang perlu diperhatikan agar bangunan tetap kokoh dan tahan lama. 

Tersedia banyak semen dengan berbagai klaim keunggulan, sementara tidak semua orang memahami kriteria semen yang benar-benar baik. Agar tidak salah memilih, penting untuk memahami kriteria semen berkualitas sebelum membelinya. Lantas, seperti apa kriteria semen yang berkualitas? Simak selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga :
Sadis Banget! WNA Singapura Dibunuh, Jasadnya Dicor
Kilang Minyak Terbesar di Indonesia Diresmikan, SIG Catat Pasok 115.609 Ton Semen pada Masa Pembangunan
Kriteria Semen yang Berkualitas untuk Bangunan

Sebelum membeli semen, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan. Kriteria ini bisa membantu Anda mengenali semen kuat tekan tinggi yang benar-benar berkualitas sehingga hasil bangunan lebih kuat dan tahan lama.

1. Berlogo SNI

Pastikan semen memiliki logo SNI (Standar Nasional Indonesia) atau sertifikasi internasional pada kemasannya. Tanda ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui standar kualitas yang ditetapkan.

2. Kemasan Tersegel Rapat

Semen berkualitas biasanya dikemas dalam kantong yang masih tersegel dengan baik dan tidak rusak. Hindari kemasan yang robek, terkena air, atau memiliki bekas tambalan karena bisa memengaruhi kualitas isi semen.

3. Tidak Menggumpal

Perhatikan kondisi fisik semen. Semen yang baik memiliki tekstur halus dan mudah terurai saat dipegang. Jika sudah menggumpal atau terasa keras, kemungkinan semen sudah terlalu lama disimpan.

4. Usia Semen Masih Baru

Usia penyimpanan juga berpengaruh pada kualitasnya. Semen yang masih baru biasanya terasa lebih lunak saat kemasannya ditekan. Sebaliknya, jika terasa keras, kualitasnya bisa menurun karena terlalu lama disimpan.

5. Warna Semen Abu-Abu Kehijauan

Warna juga bisa menjadi indikator kualitas semen terbaik. Semen yang baik umumnya berwarna abu-abu muda atau abu-abu kehijauan. Warna yang terlalu pucat, terlalu gelap, atau hampir putih bisa menandakan komposisinya kurang ideal.

6. Tekstur Halus dan Fineness Baik

Semakin halus teksturnya, semakin baik pula daya rekatnya. Kehalusan semen juga memengaruhi hasil finishing sehingga permukaan bangunan terlihat lebih rapi.

Baca Juga :
Penjualan Semen Nasional Diproyeksi Naik 2,5 Persen pada 2026, SIG Ungkap Strategi Hadapi Persaingan Ketat Industri
SIG Pasok 10.000 Ton Semen pada Pembangunan Jembatan Kabanaran
Pakar Energi Desak Pemerintah Segera Terbitkan Regulasi Semen Rendah Karbon, Ini Alasannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Titik Terendah ke Tanah Suci, Perjalanan Siti Patimah Azzahra Bersama PNM
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Filipina Alami Krisis BBM, Resmi Umumkan Darurat Energi Nasional Dampak Perang Iran vs AS-Israel
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemkomdigi Minta Wikimedia Commons Segera Daftar PSE Usai Sempat Terblokir Sistem
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Profil Ayana Moon, Selebgram Korea Selatan yang Memilih Mualaf dan Aktif di Dunia Hiburan
• 44 menit lalugrid.id
thumb
Anggota DPR Usul WFH ASN pada Hari Rabu: Kalau Jumat, Berpotensi Wisata
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.