Jakarta, VIVA – Pembangunan rumah maupun konstruksi bangunan apa pun tentunya tidak bisa lepas dari penggunaan semen. Material ini menjadi komponen penting untuk memberikan kekuatan, daya rekat, dan ketahanan pada struktur bangunan. Oleh karena itu, memilih semen terbaik di Indonesia menjadi hal yang perlu diperhatikan agar bangunan tetap kokoh dan tahan lama.
Tersedia banyak semen dengan berbagai klaim keunggulan, sementara tidak semua orang memahami kriteria semen yang benar-benar baik. Agar tidak salah memilih, penting untuk memahami kriteria semen berkualitas sebelum membelinya. Lantas, seperti apa kriteria semen yang berkualitas? Simak selengkapnya di bawah ini!
Sebelum membeli semen, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan. Kriteria ini bisa membantu Anda mengenali semen kuat tekan tinggi yang benar-benar berkualitas sehingga hasil bangunan lebih kuat dan tahan lama.
1. Berlogo SNI
Pastikan semen memiliki logo SNI (Standar Nasional Indonesia) atau sertifikasi internasional pada kemasannya. Tanda ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui standar kualitas yang ditetapkan.
2. Kemasan Tersegel Rapat
Semen berkualitas biasanya dikemas dalam kantong yang masih tersegel dengan baik dan tidak rusak. Hindari kemasan yang robek, terkena air, atau memiliki bekas tambalan karena bisa memengaruhi kualitas isi semen.
3. Tidak Menggumpal
Perhatikan kondisi fisik semen. Semen yang baik memiliki tekstur halus dan mudah terurai saat dipegang. Jika sudah menggumpal atau terasa keras, kemungkinan semen sudah terlalu lama disimpan.
4. Usia Semen Masih Baru
Usia penyimpanan juga berpengaruh pada kualitasnya. Semen yang masih baru biasanya terasa lebih lunak saat kemasannya ditekan. Sebaliknya, jika terasa keras, kualitasnya bisa menurun karena terlalu lama disimpan.
5. Warna Semen Abu-Abu Kehijauan
Warna juga bisa menjadi indikator kualitas semen terbaik. Semen yang baik umumnya berwarna abu-abu muda atau abu-abu kehijauan. Warna yang terlalu pucat, terlalu gelap, atau hampir putih bisa menandakan komposisinya kurang ideal.
6. Tekstur Halus dan Fineness Baik
Semakin halus teksturnya, semakin baik pula daya rekatnya. Kehalusan semen juga memengaruhi hasil finishing sehingga permukaan bangunan terlihat lebih rapi.





