Perjalanan Arsenal musim ini seharusnya berakhir di podium juara

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Sehari sebelum final Piala Liga melawan Manchester City, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui paceklik trofi yang dialami timnya menciptakan dua kondisi, yakni kebutuhan untuk juara dan motivasi untuk juara.

Kebutuhan agak sinonim dengan beban, sedangkan motivasi lebih mendekati kepada energi tambahan.

Dan ternyata, merasa terbebanilah yang dirasakan Martin Odegaard cs. Akhirnya mereka bermain di bawah kelasnya untuk tumbang 0-2 di tangan The Citizens pada 22 Maret dalam final Piala Liga itu.

Arsenal dikalahkan oleh mentalnya sendiri, yakni tak bisa menyingkirkan beban harus mengakhiri paceklik trofi.

Permainan mereka tak berkembang, dikurung habis-habisan oleh pasukan Pep Guardiola.

Mereka dicegah menciptakan situasi bola mati, yang menjadi andalan Arsenal selama musim ini.

Sayap serangan mereka tak berkutik. Lini tengahnya mendadak inferior di hadapan Rodri yang menemukan lagi performa terbaiknya.

Itu semua tak akan terjadi jika tak ada rasa tertekan untuk mengakhiri paceklik gelar. Keadaan tertekan itu merusak suasana hati pemain dalam mengolah bola dan menjelajahi lapangan.

Akibatnya, Arsenal gagal mewujudkan quadruple atau meraih empat trofi juara dalam semusim.

Cara mereka kalah dari City itu sendiri mengekspos penyakit lama yang sebelum ini menggagalkan Arsenal meraih trofi.

Sekalipun konsisten di papan atas Liga Premier dalam lima musim terakhir, Arsenal gagal mendapatkan satu pun trofi. Terakhir kali mereka meraih trofi ketika menjuarai Piala FA pada 2020.

Paceklik trofi juara liga malah lebih lama lagi, sudah 21 tahun!

Namun begitu, Arsenal masih berada di pacuan teratas untuk menjuarai liga, Piala FA, dan Liga Champions, yang belum pernah mereka raih.

Tapi ada baiknya Arsenal mengerahkan energinya dengan agak lebih banyak ke kompetisi liga, yang tinggal memainkan tujuh laga.

Saat ini Arsenal berselisih 9 poin dari Manchester City, tapi City menyimpan satu pertandingan lebih banyak.

Agar juara liga, Arsenal harus memenangi minimal enam dari tujuh pertandingan terakhirnya.

Namun, jika City tergelincir dalam delapan laga terakhirnya, Arsenal hanya perlu memenangkan lima dari tujuh laga terakhirnya.

Baca juga: Manchester City juara Carabao Cup 2025/26 usai atasi Arsenal 2-0

Kutukan April

The Gunners akan menjalani empat laga kandang melawan Bournemouth, Newcastle, Fulham, dan Burnley. Tiga lain berlangsung di kandang The Citizens, West Ham, dan Crystal Palace.

Dari ketujuh tim itu, hanya City yang tak mereka kalahkan musim ini. Enam tim lainnya sudah mereka kalahkan.

Untuk itu pula hanya City yang bisa mengalahkan mereka. Enam tim lain terlalu sulit untuk menyulitkan Arsenal, apalagi di kandang The Gunners di Stadion Emirates.

Hanya Manchester United yang mengalahkan Arsenal di Emirates. Liverpool dan Aston Villa juga pernah mengalahkan Arsenal, tapi itu terjadi di kandang kedua tim tersebut.

Livervool juga mencuri satu poin di Emirates, sama dengan yang dilakukan Man City.

Tapi Arsenal pernah dipaksa seri oleh Wolves, Brentford, Sunderland, dan Nottingham Forest, yang notabene bukan tim besar. Fakta ini seharusnya menginspirasi Bournemouth, Newcastle, Fulham, dan Burnley.

Tetapi pertandingan berikutnya, mulai April nanti, ketika jeda internasional berakhir, kerap tak ditentukan oleh hasil dalam laga-laga sebelumnya.

Arsenal mesti hati-hati dengan bulan April, yang di masa lalu sering membuyarkan konsentrasi mereka.

Bukan saja karena kompetisi tengah memasuki lap terakhir sehingga adrenalin berpacu lebih kencang, tapi juga karena bulan itu membangkitkan memori buruk dalam tiga musim sebelumnya, ketika Arsenal hanya bisa runner up setelah bercokol lama di puncak klasemen Liga Premier.

Pada April 2023 Arsenal sedang di puncak klasemen seperti sekarang. Mereka memimpin 2-0 melawan Liverpool dan West Ham, dua lawannya itu bangkit menyamakan kedudukan. Maka pupuslah mendapatkan poin sempurna dari kedua laga krusial itu.

Pekan berikutnya mereka dipaksa seri 3-3 oleh Southampton. Puncaknya mereka dibantai 4-1 oleh City di Stadion Etihad.

Arsenal pun tersalip dan kemudian terpaksa menyaksikan City mengangkat trofi juara liga.

Tahun berikutnya situasi itu terulang. Akhir Maret 2024, Arsenal memimpin dengan 89 poin, sama dengan Liverpool, dan hanya satu poin di atas City di peringkat ketiga.

Setelah seri 0-0 melawan Liverpool, Arsenal ambruk di tangan Aston Villa, untuk kemudian pelan-pelan disalip City yang memenangkan sembilan laga terakhirnya saat itu, dan akhirnya juara. Arsenal lagi-lagi menjadi runner up.

Musim berikutnya, ketika Arsenal juga finis urutan kedua, cerita mirip itu terjadi lagi.

Sepertinya ada siklus baku, The Gunners kelelahan di lintasan terakhir lomba.

Apakah kecenderungan itu akan terjadi pula musim ini? Mungkin tidak, mungkin ya.

Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Arsenal masih unggul sembilan poin di pucuk

Baca juga: Badai cedera hantam Arsenal setelah kalah di final Carabao Cup

Pragmatisme Arteta

Yang jelas Arsenal, dan juga Liverpool, adalah tim yang lebih sibuk mulai April nanti dibandingkan tim-tim Liga Inggris lain.

Selain di Liga Inggris, Arsenal juga berkompetisi di Piala FA dan Liga Champions.

Mereka memiliki kemungkinan besar untuk mencapai babak puncak dalam kedua kompetisi itu. Dan itu membuat jadwal mereka lebih padat. Padahal, jadwal yang padat acap menggagalkan impian, karena bisa membuat pemain rentan cedera sehingga tim menjadi kurang bugar dan permainan pun rusak.

Tapi hal pertama yang mesti dilakukan Arsenal adalah menyingkirkan beban harus juara. Mereka mesti kembali ke jati dirinya sebagai tim kompak yang menikmati pertandingan.

Sayangnya, gejala kelelahan akibat jadwal yang padat telah kentara mempengaruhi performa Arsenal.

Mereka memang tak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhir sejak Manchester United menumbangkan mereka di Stadion Emirates pada 25 Januari. Tapi penampilan mereka belakangan ini tak terlalu meyakinkan, yang puncaknya digasak City 2-0 dalam final Piala Liga.

Mereka ditahan seri 2-2 oleh juru kunci Wolves pada 18 Februari.

Mereka menang agak berbau keberuntungan saat menaklukkan Chelsea dan kemudian Brighton.

Arsenal hanya tampil mengesankan kala mengalahkan Bayer Leverkusen dalam leg kedua 16 Besar Liga Champions.

Energi saat menyingkirkan Leverkusen inilah yang perlu dibangkitkan lagi oleh Arteta.

Empat laga pertama Arsenal dalam bulan April seharusnya menjadi ajang untuk mengeraskan lagi energi itu.

Southampton dalam Piala FA, Sporting Lisbon dalam Liga Champions, dan Bournemouth dalam pertandingan liga, mesti menjadi momentum untuk mengembalikan Arsenal sebagai tim hebat, kompak nan dominan seperti terlihat hampir sepanjang musim ini.

Mereka mungkin tersandung di tangan City pada 19 April, tapi kelas Newcastle, Fulham dan Burnley, bahkan West Ham dan Crystal Palace yang akan bertindak sebagai tuan rumah di penghujung musim, masih di bawah Arsenal.

Faktor yang juga menentukan adalah pragmatisme Arteta dalam memperlakukan situasi lapangan.

Sikap pragmatis Arteta yang tak lagi memaksakan penguasaan bola adalah faktor yang membuat Arsenal sangat sulit dikalahkan selama musim ini.

Mempertahankan identitas baru ini bisa membawa Arsenal mengakhiri 21 tahun tanpa trofi Liga Premier, dan trofi Liga Champions pertama pun bukan lagi hal yang mustahil.

Baca juga: Arteta apresiasi performa mengesankan Eze

Baca juga: Hasil Liga Champions: Madrid, PSG, Arsenal, Sporting ke perempat final

Baca juga: Arsenal melangkah ke perempat final usai kalahkan Leverkusen 2-0


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Semringah Timnas Indonesia Gulung St Kitts Nevis 4-0 di FIFA Series 2026
• 30 menit lalubola.com
thumb
3 Pemain Timnas Indonesia dengan Rapor Istimewa saat Tumbangkan St Kitts dan Nevis: Dony Tri Mengejutkan!
• 1 jam lalubola.com
thumb
Viral Merchant Nakal Bulatkan Transaksi QRIS, Ekonom Sebut Ini Fraud
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Misi Kemanusiaan Nezar Patria untuk PESONAS 2026
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Dari Cisarua ke Dunia, Produk Artisan Asal Bandung Barat Menjangkau Pasar Internasional
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.