JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus campak di Indonesia pada 2026 menunjukkan tren penurunan, terutama setelah periode Lebaran. Meski begitu, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi penyebaran ulang.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 26 Maret 2026, tercatat:
- 8.224 suspek campak
- 2.740 kasus
- 2.268 kasus terkonfirmasi
Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya angka kasus sempat lebih tinggi di beberapa pekan awal tahun, sebelum akhirnya melandai menjelang dan setelah Lebaran.
Kementerian Kesehatan menyebut, tren positif ini tidak lepas dari gencarnya program imunisasi yang dilakukan menjelang Lebaran.
Baca Juga: 6.000 Lebih WNI Terjerat Online Scam di Kamboja, Ribuan Sudah Dipulangkan
Beberapa faktor utama penurunan kasus antara lain:
- Program imunisasi dengan target cakupan 95 persen dalam 1–2 pekan sebelum Lebaran
- Sosialisasi dan edukasi masif terkait pola hidup bersih dan sehat
- Peran aktif orang tua dalam menjaga kesehatan anak sebelum bepergian
Selain itu, pemerintah juga menyediakan layanan imunisasi di berbagai titik, termasuk posko mudik.
Cakupan Imunisasi Masih Jadi Tantangan
Meski tren kasus menurun, cakupan imunisasi di beberapa daerah masih belum optimal, terutama di wilayah dengan kasus tinggi.
Data per 12 Maret 2026 menunjukkan:
- Jakarta Pusat: 80,4%
- Jakarta Barat: 56,4%
- Pamekasan: 47,93%
- Jember: 38,64%
- Bima: 22,73%
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kasus campak
- imunisasi anak
- kesehatan indonesia
- vaksin campak
- data kemenkes
- penyakit menular





