Sejumlah tim dari Shafira Tour & Travel dan Excotel Surabaya kembali mengunjungi Radio Suara Surabaya, Jumat (27/3/2026). Tujuannya untuk mempererat silaturahmi di momen Lebaran tahun ini.
Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk berbagi informasi terkait pelaksanaan umrah dan haji, sekaligus memperkenalkan inovasi program perhotelan yang dapat memudahkan para traveler.
Danisa Saviera CEO Shafira Tour & Travel ketika mengudara di Radio Suara Surabaya mengatakan, meskipun terjadi ketegangan di kawasan regional Timur Tengah, pelaksanaan ibadah haji dan umrah diyakini tetap aman. Pasalnya, konflik yang ada tidak berimbas secara langsung di Makkah dan Madinah.
“Alhamdulillah sampai dengan detik ini tidak ada kendala apapun. Artinya semua jemaah yang berangkat masih sesuai jadwalnya, jemaah yang di sana juga sehat. Saya senang sekali, terharu melihat mereka kembali utuh, lengkap, tidak ada yang sakit,” ungkap Danisa Saviera CEO Shafira Tour & Travel ketika mengudara di Radio Suara Surabaya, Jumat (27/3/2026).
Danisa Saviera CEO Shafira Tour & Travel ketika melakukan on air di Radio Suara Surabaya, Jumat (27/3/2026).Pihaknya juga mengaku terus melakukan koordinasi terkait dengan tim yang ada di Tanah Suci tersebut. “Kita harus tetap berikhtiar mengupayakan yang terbaik,” jelasnya.
Danisa turut menyampaikan harapannya agar tren umrah tidak menunjukkan penurunan dan terus mengalami kenaikan. “Tren umrah ini kan harapannya selalu naik,” harapnya.
Sementara di kesempatan yang sama, Satriani M. Damanik General Manager Excotel mengungkapkan pihaknya kini terus berupaya mengoptimalkan langkah baru menyusul dampak dari kebijakan efisiensi.
“Kita (Excotel Surabaya) tetap mengoptimalkan berkreasi maksimal. Mungkin salah satunya yang akan menjadi iconic ataupun signature untuk ke depannya, kita tidak akan mengambil market yang tadi kena efisiensi. Kita meng-create market,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya kini tengah mematangkan skema untuk inovasi baru yang dapat menekan efisiensi, yakni program 24 hours stay. Program ini nantinya dinamai dengan segmen sleepover.
Satriani juga mengungkap syukur karena okupansi Excotel pada Lebaran ini dinilai capai 100 persen, meskipun menyusut mulai hari ketiga Lebaran.
“Momen tren itu untuk di hotel selama hari-H sampai dengan hari ketiga kemarin, alhamdulillah 100 persen okupansi. Tapi setelah itu Hari ketiga, empat, lima, mulai menyusut. Karena kan traffic-nya sudah mulai arus balik,” jelasnya.
Satriani menyampaikan, Lebaran tahun ini tidak serelevan dengan tahun kemarin. Ia mengaku fenomena ini tengah menjadi pembicaraan dengan pihak Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI).
Ia menilai hal ini karena efisiensi masih berimbas di momen Lebaran, ditambah momen ini adalah momen panen bagi hospitality industri khususnya di hotel.
“Karena efisiensi ini ternyata masih berimbas banget ya terutama di momen-momen Lebaran ini,(Lebaran) adalah sebenarnya momen panen bagi hospitality industri khususnya di hotel sebetulnya,” tambahnya.(mar/bil/faz)




