Kenapa Sistem Kesehatan Terfragmentasi Bisa Berbahaya? Ini Solusi yang Mulai Dilirik Asia

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Singapura, VIVA – Perkembangan sistem layanan kesehatan di Asia menunjukkan arah yang semakin jelas: integrasi dan kolaborasi lintas layanan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab berbagai tantangan klasik, mulai dari layanan yang terfragmentasi hingga keterbatasan akses dan koordinasi antar fasilitas kesehatan.

Isu tersebut kembali mengemuka dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026 yang digelar di Singapura pada 26 Maret 2026. Salah satu kategori yang menjadi perhatian adalah Clinical Ecosystem of the Year, yang menyoroti pentingnya ekosistem layanan kesehatan terintegrasi dalam menciptakan pengalaman pasien yang lebih menyeluruh. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Idap GERD Akut dan Asma, Alasan Yaqut Diizinkan Jadi Tahanan Rumah
Yaqut Jalani Tes Kesehatan, Bakal Segera Balik ke Rutan KPK?

Konsep clinical ecosystem sendiri merujuk pada sistem layanan kesehatan yang menghubungkan berbagai titik perawatan—mulai dari pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga pemulihan—dalam satu alur yang terkoordinasi. Dengan pendekatan ini, pasien tidak lagi harus berpindah-pindah layanan secara terpisah, melainkan mendapatkan perawatan yang lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan.

Pakar kesehatan menilai bahwa model ini berpotensi meningkatkan patient safety serta mengurangi risiko kesalahan medis akibat kurangnya integrasi data. Selain itu, sistem yang terhubung juga memungkinkan tenaga medis mengambil keputusan klinis dengan lebih cepat dan akurat, terutama ketika didukung oleh teknologi digital seperti rekam medis elektronik dan kecerdasan buatan (AI).

Sejalan dengan itu, CEO Bethsaida Healthcare, Norman Daulay, menilai bahwa perubahan menuju sistem terintegrasi merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan dalam dunia medis modern.

“Penghargaan ini mencerminkan sebuah perubahan mendasar dalam dunia kesehatan, dari layanan yang terfragmentasi menjadi ekosistem klinis yang terintegrasi. Di Bethsaida Healthcare, kami membangun jaringan layanan yang menghubungkan pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga pemulihan dalam satu perjalanan pasien yang menyeluruh dan berkesinambungan,” ujar Norman Daulay, dalam keterangannya, dikutip Jumat 27 Maret 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan sistem tersebut tidak terlepas dari kolaborasi tenaga medis dan seluruh elemen layanan kesehatan.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, termasuk dokter dan tenaga medis yang setiap hari berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Kami bersyukur dapat mewakili Indonesia di tingkat internasional dan akan terus berupaya meningkatkan standar layanan kesehatan ke depan,” lanjut Norman Daulay.

Baca Juga :
Hati-hati! Ini 7 Kebiasaan saat Lebaran yang Bikin Berat Badan Naik
10 Tips Jaga Kesehatan saat Mudik Lebaran, Biar Tetap Fit di Perjalanan
Layanan Kesehatan Berbasis Data Makin Populer, Ini 3 Dampak yang Perlu Pasien Tahu

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota Satpol PP di Bogor Tewas Usai Tabrak Truk Kontainer Parkir
• 11 jam laludetik.com
thumb
Setelah Selamat dari Kecelakaan, Bos HS Langsung Berangkatkan Umrah 150 Karyawan
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Fotografi Publik Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Berbasis Etika
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Obligasi dan Sukuk RATU Oversubscribed 6,8 Kali Capai Rp5,46 T
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.