Pemerintah Pastikan Kebijakan WFH Tidak Ganggu Produktivitas Nasional dan Berpotensi Hemat Energi

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional.

Efisiensi Energi dan Dampak Fiskal

Purbaya menyatakan kebijakan WFH justru berpotensi meningkatkan efisiensi, terutama dalam penggunaan energi seperti bahan bakar minyak (BBM).

Ia mengungkapkan, "Nggak (mengganggu), kalau kita pilih dengan cermat. Kalau kita pilih Jumat, jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen lah, saya nggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak,".

Penerapan WFH pada hari tertentu seperti Jumat dinilai dapat mengurangi mobilitas masyarakat sehingga konsumsi BBM menurun.

Namun, besaran penghematan tersebut belum dapat dipastikan secara rinci karena bergantung pada fluktuasi harga minyak.

Dari sisi fiskal dan aktivitas ekonomi, dampak WFH disebut tidak signifikan terhadap produktivitas nasional selama diterapkan secara selektif.

Sektor Strategis Tetap Berjalan

Purbaya menegaskan sektor strategis seperti industri manufaktur tetap akan beroperasi normal karena tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara jarak jauh.

Ia mengatakan, "Kalau untuk produktivitas kan, kalau untuk pabrik-pabrik dan lain-lain yang memang memerlukan kerja terus-menerus, ya nggak harus kan. Terus untuk pelayanan publik ya tetap jalan. Jadi harusnya nggak masalah kalau cuma satu hari saja. Produktivitas kita total nggak akan terlalu terganggu,".

Pelayanan publik juga dipastikan tetap berjalan meskipun kebijakan WFH diterapkan secara terbatas.

Kebijakan WFH dirancang fleksibel sehingga tidak diberlakukan pada seluruh sektor pekerjaan.

Penerapan satu hari WFH dinilai tidak akan berdampak besar terhadap total produktivitas nasional.

Pembahasan dan Rencana Pengumuman

Pembahasan kebijakan WFH masih berlangsung di tingkat pemerintah melalui serangkaian rapat lanjutan.

Presiden Prabowo Subianto disebut memantau langsung perkembangan kebijakan tersebut.

Purbaya menyampaikan, "Pak Presiden monitor langsung gitu. Ini sebentar lagi diumumkan oleh Pak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,".

Pengumuman resmi kebijakan WFH direncanakan akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Ingin Cetak Sejarah Bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Naikkan HMA Nikel, Pajak Ekspor Produk Hilirisasi Masih Dikaji
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Puncak Arus Balik Kedua di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Sabtu-Minggu
• 14 jam lalukompas.com
thumb
One Way Tahap 2 Tol Trans Jawa Dimulai, dari Pejagan hingga Cikampek
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Jadi 200 Liter, Berlaku 1 April 2026
• 19 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.