Bisnis.com, JAKARTA — Aktivitas penghimpunan dana melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di Bursa Efek Indonesia (BEI) positif hingga kuartal I/2026.
Berdasarkan data BEI hingga 27 Maret 2026, tercatat sebanyak 45 emisi dari 30 penerbit telah berhasil menghimpun dana jumbo mencapai Rp50,87 triliun.
I Gede Nyoman Yetna, Direktur BEI mengungkap dalam data antrean penerbitan EBUS, pihaknya mencatat masih tersedia cukup banyak. Saat ini terdapat 28 emisi dari 20 penerbit yang berada dalam pipeline BEI. Sektor keuangan masih menjadi kontributor terbesar dengan 10 perusahaan yang siap melantai.
Selain itu, beberapa sektor lain juga mulai menunjukkan pergerakan, di antaranya yakni Infrastruktur sebanyak 6 perusahaan, energi sebanyak 2 perusahaan
Selanjutnya basic materials sebanyak 1 perusahaan dan sektor consumer non cyclicals sebanyak 1 perusahaan.
Sejumlah sektor seperti teknologi, properti, kesehatan, hingga transportasi masih belum menunjukkan aktivitas dalam pipeline EBUS kali ini.
Baca Juga
- 12 Perusahaan Antre IPO di BEI per Akhir Maret 2026, Dominan Perusahaan Jumbo
- IHSG Hari Ini (27/3) Ditutup ke Level 7.0976, Profit Taking dan Geopolitik Membayangi
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (27/3) Ditutup ke Level Rp16.979
Di sisi lain, aksi korporasi melalui rights issue juga turut meramaikan pasar modal. Hingga 27 Maret 2026, tercatat 3 perusahaan telah melakukan rights issue dengan total nilai mencapai Rp3,75 triliun.
Meski jumlahnya masih terbatas, pipeline rights issue masih menyisakan peluang. Saat ini terdapat 1 perusahaan yang tengah bersiap melakukan rights issue, berasal dari sektor properti & real estate.





