Jakarta, tvOnenews.com - Kepergian Christopher Nkunku dari AC Milan kini bukan lagi sekadar spekulasi pinggiran. Arah bursa transfer mulai bergerak jelas, menempatkan sang pemain dalam posisi yang kian sulit dipertahankan.
Baru semusim bergabung dengan biaya besar, masa depan Nkunku justru berada di ujung ketidakpastian. Pihak klub disebut mulai membuka diri terhadap berbagai tawaran demi menjaga keseimbangan finansial.
Menurut laporan Calciomercato.com, manajemen Milan kini mengambil pendekatan yang lebih realistis. Mereka siap melepas pemain yang dinilai belum mampu memberi dampak signifikan sesuai harapan awal.
Sinyal tersebut semakin terasa dari sikap pelatih Massimiliano Allegri dalam beberapa pekan terakhir. Ia secara tersirat menegaskan bahwa Nkunku bukan bagian utama dari rencana inti tim.
Di lini depan, posisi Nkunku kini tertinggal dari Rafael Leao dan Christian Pulisic. Kembalinya Santiago Gimenez dari cedera semakin memperkecil peluangnya tampil reguler.
Minimnya menit bermain menjadi gambaran paling nyata dari situasi tersebut. Sejak pertengahan Februari, ia lebih sering turun sebagai pemain pengganti dengan durasi yang jauh dari ideal.
Kondisi ini tidak hanya berdampak di level klub, tetapi juga merembet ke tim nasional. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, bahkan tidak memasukkan namanya dalam agenda uji coba terbaru.
Padahal, jika menengok ke belakang, Nkunku merupakan sosok yang pernah bersinar di Eropa. Bersama RB Leipzig, ia dikenal sebagai mesin gol yang konsisten dan sulit dihentikan.
Kariernya berlanjut di Chelsea dengan kontribusi yang masih cukup terlihat. Namun, saat berseragam Milan, performanya belum mampu mencapai level terbaik seperti sebelumnya.
Statistiknya bersama Rossoneri pun menjadi sorotan. Dari sejumlah penampilan yang didapat, kontribusi gol dan assist masih belum memenuhi ekspektasi publik.
Situasi ini membuat Milan berada dalam dilema antara mempertahankan atau melepas. Di satu sisi, nilai investasi yang besar menjadi pertimbangan, namun di sisi lain kebutuhan tim jauh lebih mendesak.
Secara finansial, Milan harus berhitung cermat agar tidak mengalami kerugian. Penjualan di kisaran 30 hingga 35 juta euro dianggap sebagai langkah paling realistis.




