Medan (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian meminta pemerintah daerah menyediakan data korban secara rinci berbasis nama dan alamat sebagai percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Tito yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengatakan, terutama di tiga provinsi Sumatera, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
"Kita apresiasi Bupati yang sangat cepat memberikan data, sehingga bantuan segera tersampaikan," ucap Tito bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya usai Penyerahan Kunci Tahap Satu 120 Unit Hunian Tetap untuk Rakyat Korban Bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat.
Mendagri juga mengatakan, verifikasi data by name by address atau data berbasis nama dan alamat akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025 bukan pekerjaan mudah.
"Ini kerja yang tidak ringan. Saya meminta daerah lain juga mencontoh kecepatan ini agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan cepat diterima rakyat," tegas Tito.
Menteri PKP RI Maruarar Sirait mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas hunian tetap maupun hunian sementara yang telah dibangun.
Pihaknya menyoroti peran Yayasan Buddha Tzu Chi yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas.
"Ini kolaborasi luar biasa. Tanahnya dari PTPN (PT Perkebunan Nusantara), listrik dari PLN, rumahnya dari Buddha Tzu Chi," kata Maruarar.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi kementerian terkait dan para donatur dalam mewujudkan 120 unit hunian tetap korban bencana di Tapanuli Selatan ini.
Menurutnya, hunian tetap tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian negara terhadap masyarakat terdampak bencana.
"Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman," kata Surya.
Pembangunan hunian tetap pascabencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan ini merupakan kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Diketahui, sebanyak 227 unit hunian tetap di kawasan tersebut dengan rincian 120 unit telah selesai dibangun, dan 107 unit masih dalam proses pembangunan ditargetkan rampung pada 20 April 2026.
"Kami berkomitmen mendukung penuh kebijakan pusat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sektor perumahan, dan kami mengapresiasi kecepatan progres pembangunan hunian tetap ini," tutur Surya.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih atas monitoring dari pemerintah pusat atas hunian tetap ini.
"Dukungan pusat memotivasi kami untuk bekerja cepat dalam verifikasi data penerima, sehingga masyarakat bisa segera menempati hunian yang nyaman," ungkapnya.
Baca juga: Menteri PKP serahkan 120 unit hunian tetap korban bencana di Tapsel
Baca juga: BNPB: 36 ribu huntap dibangun untuk korban bencana banjir Sumatera
Baca juga: Mendagri desak kepala daerah setorkan data penerima bantuan hunian
Tito yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengatakan, terutama di tiga provinsi Sumatera, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
"Kita apresiasi Bupati yang sangat cepat memberikan data, sehingga bantuan segera tersampaikan," ucap Tito bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya usai Penyerahan Kunci Tahap Satu 120 Unit Hunian Tetap untuk Rakyat Korban Bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat.
Mendagri juga mengatakan, verifikasi data by name by address atau data berbasis nama dan alamat akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025 bukan pekerjaan mudah.
"Ini kerja yang tidak ringan. Saya meminta daerah lain juga mencontoh kecepatan ini agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan cepat diterima rakyat," tegas Tito.
Menteri PKP RI Maruarar Sirait mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas hunian tetap maupun hunian sementara yang telah dibangun.
Pihaknya menyoroti peran Yayasan Buddha Tzu Chi yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas.
"Ini kolaborasi luar biasa. Tanahnya dari PTPN (PT Perkebunan Nusantara), listrik dari PLN, rumahnya dari Buddha Tzu Chi," kata Maruarar.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi kementerian terkait dan para donatur dalam mewujudkan 120 unit hunian tetap korban bencana di Tapanuli Selatan ini.
Menurutnya, hunian tetap tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian negara terhadap masyarakat terdampak bencana.
"Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman," kata Surya.
Pembangunan hunian tetap pascabencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan ini merupakan kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Diketahui, sebanyak 227 unit hunian tetap di kawasan tersebut dengan rincian 120 unit telah selesai dibangun, dan 107 unit masih dalam proses pembangunan ditargetkan rampung pada 20 April 2026.
"Kami berkomitmen mendukung penuh kebijakan pusat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sektor perumahan, dan kami mengapresiasi kecepatan progres pembangunan hunian tetap ini," tutur Surya.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih atas monitoring dari pemerintah pusat atas hunian tetap ini.
"Dukungan pusat memotivasi kami untuk bekerja cepat dalam verifikasi data penerima, sehingga masyarakat bisa segera menempati hunian yang nyaman," ungkapnya.
Baca juga: Menteri PKP serahkan 120 unit hunian tetap korban bencana di Tapsel
Baca juga: BNPB: 36 ribu huntap dibangun untuk korban bencana banjir Sumatera
Baca juga: Mendagri desak kepala daerah setorkan data penerima bantuan hunian





