REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan skincare berlapis tengah tren di kalangan beauty enthusiast. Tak sedikit yang menggunakan produk skincare mengandung retinol, lalu ditumpuk produk berbahan aktif asam glikolat, hingga masker.
Namun alih-alih mendapatkan kulit sehat dan glowing, kebiasaan ini justru berisiko merusak skin barrier. Kondisi skin barrier yang terganggu biasanya ditandai dengan kulit terasa kencang, perih, kemerahan, hingga lebih sensitif. Hal ini terjadi karena penggunaan bahan aktif berlebihan dapat mengikis minyak dan lipid alami kulit yang berfungsi melindungi dan menjaga kelembapan.
Baca Juga
Pakai Skincare Berlebihan Bisa Bikin Kulit Rusak, Ini Tanda-tandanya
Remaja Berbagi Vape dengan Temannya, Berakhir Koma Akibat Meningitis
Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki? Sains Punya Jawabannya
Skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang tersusun dari sel kulit dan lipid seperti ceramide serta asam lemak. Penelitian menunjukkan bahwa kerusakan pada lapisan ini dapat meningkatkan transepidermal water loss (TEWL) serta risiko gangguan inflamasi seperti dermatitis dan eksim.
Meski demikian, skin barrier yang rusak dapat dipulihkan dengan perawatan yang tepat. Dilansir laman Healthy Life, Jumat (27/3/2026), berikut cara memperbaiki skin barrier yang rusak akibat penggunaan skincare berlebih (overdoing skincare):
.rec-desc {padding: 7px !important;}
1. Gunakan cleanser yang lembut
Beralihlah ke pembersih wajah yang gentle dan bebas pewangi. Penelitian menunjukkan bahwa facial wash non-sabun dengan pH seimbang terbukti membantu mengurangi iritasi dan kehilangan air pada kulit.